LombokPost-Anggaran subsidi energi dikabarkan akan dipangkas setelah calon presiden Prabowo Subianto menjabat.
Menanggapi hal ini, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengajak untuk menunggu hasil akhir Pemilu yang telah berlangsung.
Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, tiap pasangan calon presiden dan wakil presiden memiliki programnya masing-masing.
Meski begitu, pihaknya saat ini belum bisa mengambil tindakan apa pun, lantaran masih dalam posisi menunggu hasil Pemilu.
”Mari kita sama sama tunggu hasilnya nanti seperti apa Pemilu kemarin itu,” ujarnya.
Berbicara soal penyesuaian subsidi energi, nantinya pasti akan ada penyusunan strategi. Termasuk penjabaran visi misi di masing-masing kementerian terkait.
”Baru nanti akan turun ke pelaksana, seperti kami dan yang lainnya,” sambungnya.
Kebijakan akan dikeluarkan paling cepat setelah pemerintahan baru selesai dilantik.
Lebih tepatnya setelah penempatan kabinet di kementerian-kementerian terkait.
”Makanya kita lihat dan tunggu itu,” katanya.
Ditanya mengenai kesiapan, Ahad mengatakan Pertamina selalu siap.
”Tentunya setelah ada kebijakan, karena sebelum ada kebijakan kita belum bisa,” terangnya.
Berbicara kebijakan terhadap energi, menurutnya memerlukan diksusi panjang dengan pemerintah dan legislatif terkait.
Seperti apa kemungkinan kebijakan nantinya di lapangan.
”Jadi selama 2024 ini program subsidi BBM masih tetap kalau melihat pelantikan di Oktober, jadi tetap sama dia,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida