LombokPost-Usaha kuliner khas yang melegenda cukup menjanjikan.
Sebab tidak hanya diminati masyarakat lokal, kuliner legendaris juga menyita perhatian cukup banyak pengunjung dari luar daerah, bahkan luar negeri.
Salah satunya seperti usaha kuliner legendaris Ayam Rarang.
Salah satu kuliner khas Kabupaten Lombok Timur ini terbilang sangat digemari wisatawan yang datang berlibur ke Lombok.
Terbukti, kuliner ini bahkan sudah banyak tersebar di berbagai sudut Pulau Lombok.
Namun mencoba langsung dari daerah asalnya tentu memberi sensasi berbeda.
Salah satunya seperti di Lesehan Ayam Rarang di Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur ini.
Owner Lesehan Ayam Rarang Diky mengatakan, kuliner Ayam Rarang sangat diminati pengunjung, terutama di akhir pekan.
Pada momen akhir pekan, pihaknya bisa menghabiskan hingga 600 ekor ayam.
”Kalau hari biasa, terjual sekitar 300-360 ekor,” ujarnya.
Kuliner Ayam Rarang ini terbuat dari ayam kampung berusia 2-3 bulan.
Ayam tersebut digoreng lalu dibakar dan dipotong menjadi beberapa bagian.
Kemudian dimasak dengan bumbu khas Ayam Rarang hingga meresap ke dalam daging ayam.
”Cita rasa pedas dan gurihnya menjadikan Ayam Rarang sebagai kuliner favorit di Lombok Timur,” sambung Diky.
Pria asli Desa Rarang ini mengaku sudah cukup lama menjalani usaha kuliner.
Namun untuk fokus pada kuliner Ayam Rarang ini sejak 2011 lalu.
Lantaran banyak peminatnya, Diky pun memutuskan untuk lebih fokus mengembangkan usaha Ayam Rarang.
”Ayam Rarang ini memang makanan khas Desa Rarang dan awal kita buka mulai tahun 2011 dan fokus di Ayam Rarang,” jelasnya.
Kuliner Ayam Rarang ini dijual di kisaran harga Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per porsi.
Itu sudah termasuk nasi, kedelai goreng, sayur bening, dan sambal khas pelengkap kuliner tersebut.
”Banyak wisatawan dari luar Lombok yang kebetulan liburan di Lombok Timur, datang makan ke sini,” bebernya.
Ditambahkannya, Ayam Rarang kini bukan hanya sekedar kuliner.
Namun juga menjadi identitas budaya Lombok Timur.
Keberadaan menu ini bahkan menjadi daya tarik wisata kuliner di NTB, khususnya Lombok Timur. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida