LombokPost-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) melakukan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) di NTB, 9-15 Juli mendatang.
Sasarannya ke lima pulau yang masuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di NTB.
Lima pulau yang masuk dalam 3T tersebut di antaranya, Pulau Moyo dan Pulau Medang di Pulau Sumbawa, Pulau Bajo Pulo dan Desa Pusu di Kabupaten Bima, dan Pulau Maringkik di Pulau Lombok. Ekspedisi menggunakan KRI Tongkol ini membawa uang tunai sebesar Rp 8,085 miliar.
Ekspedisi dilepas langsung Pj Gubernur NTB Mayjen TNI (Purn) Hassanudin bersama Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Agus Susanto Pratomo di Pelabuhan Gili Mas, Selasa (9/7).
”Uang tunai yang dibawa untuk melayani penukaran uang kepada masyarakat di wilayah tujuan sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 8,040 miliar,” kata Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Agus Susanto Pratomo.
Dijelaskannya, kegiatan ini melibatkan 16 orang onboard dari delapan satuan kerja. Yakni, Departemen Pengelolaan Uang, KPw BI NTB, KPwBI Jawa Tengah, KPwBI Jawa Timur, KPwBI Yogyakarta, KPwBI Tasikmalaya, KPwBI Sulawesi Tengah dan KPwBI Bengkulu. Pemilihan pelepasan di NTB bermakna strategis, lantaran banyak memiliki pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
”Sinegritas antara TNI-AL dan BI telah dimulai sejak tahun 2012 lalu,” sambungnya.
Sejak 2012 hingga 2023, BI dan TNI AL telah melaksanakan 114 kali kegiatan Kas Keliling 3T dengan menyasar 565 pulau. Pada 2024 ini, ERB ke pulau 3T akan dilaksanakan sebanyak 18 kali di 18 provinsi, dengan target 90 pulau yang dikunjungi.
”Kegiatan ekspedisi rupiah berdaulat ini bertujuan untuk membantu penyediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar yang sulit terjangkau dengan transportasi umum,” terangnya.
Selain mendistribusikan uang layak edar, ekspedisi ini melakukan sejumlah kegiatan dengan pemerintah daerah setempat. Di antaranya, sosialisasi atau edukasi cinta, bangga, dan paham Rupiah, hingga Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Penyaluran PSBI nantinya, berupa bantuan sarana pendukung di lingkup sekolah/pendidikan, lingkungan sosial, kesehatan. Di antaranya meliputi laptop, printer, proyektor, genset, hingga Alquran.
”Tim ERB 2024 juga menyalurkan bantuan alat kesehatan dan sembako kepada 22 penerima PSBI. Di antaranya 17 sekolah dan lima komunitas desa/pemuda,” tandasnya.
Pj Gubernur NTB Mayjen TNI (Purn) Hassanudin mengapresiasi tim ERB 2024 yang dilepas menuju lima daerah 3T di NTB. Dirinya berharap, seluruh masyarakat Indonesia khususnya NTB bisa merasakan Rupiah yang layak melalui ekspedisi tersebut.
”Tentunya menjadi harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia, merasakan hal yang sama terkait peredaran Rupiah yang layak,” ujarnya.
Dikatakannya, ekspedisi ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat, untuk mengetahui manfaat uang dan bisa membedakan uang asli dan palsu.
”Harapan kita semua, ini menjadi ketahanan ekonomi negara dan itu menjadi bukti kehadiran negara disetiap jengkal wilayah Indonesia,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida