LombokPost-Event Gelegar Pesona Khazanah Ramadan di halaman Islamic Center, Mataram, menghasilkan perputaran uang Rp 3,8 miliar. Perputaran ekonomi dalam event selama 17 hari tersebut paling besar disumbang pelaku UMKM, PKL, dan pedagang asongan.
Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Malady mengatakan, program ini merupakan agenda tahunan. Dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, budaya lokal, perputaran ekonomi, hingga meningkatkan daya tarik wisata selama Ramadan. “Gelegar Pesona Khazanah Ramadan 2025 juga menjadi ajang promosi NTB sebagai destinasi wisata halal unggulan. Mempromosikan Islamic Center sebagai salah satu ikon wisata syariah di NTB,” ujarnya.
Kegiatan Gelegar Pesona Khazanah Ramadan ini digelar 7-22 Maret lalu. Pihaknya bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) dalam rangka memperkuat branding halal fair. “Beberapa kegiatan selama program berlangsung, penulisan Mushaf Nusantara, NTB mendapat jatah menulis 2,5 juz Alquran dari total 30 juz yang ditulis serentak se-nasional,” sambungnya.
Kegiatan tersebut diikuti 80 UMKM, 55 PKL, dan 55 pedagang asongan. Selain itu, terdapat penampilan sebanyak 25 permainan serta enam grup musisi jalanan. “Rata-rata pengunjung pada Gelagar Pesona Khazanah Ramadan tahun ini berkisar antara 2.650-3.150 orang setiap harinya,” bebernya.
Melihat suksesnya event tersebut, Jamal berharap NTB bisa mendapatkan Anugerah Adhinata Syariah dari KNEKS dalam National Halal Fair (NHF). Hal tersebut untuk peningkatan indeks literasi ekonomi syariah pada tahun 2025 sebesar 50 persen. “Mudah-mudahan dapat penghargaan dari Wakil Presiden dalam kegiatan NHF, dalam rangka peningkatan indeks literasi ekonomi syariah pada tahun 2025 sebesar 50 persen sesuai arahan bapak wakil presiden ke-13,” imbuhnya.
Selain itu, acara ini berhasil meningkatkan perputaran ekonomi di NTB, dengan total perputaran uang mencapai Rp 3,8 miliar lebih. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,1 miliar. “Perputaran uang pada Gelegar Khazanah Ramadan tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu sebesar Rp 3,1 miliar, tahun ini mencapai Rp 3,8 miliar lebih,” terangnya.
Perputaran uang sebesar Rp 3,8 miliar lebih tersebut di antaranya, dari UMKM mencapai Rp 1,556 miliar. Kemudian dari PKL sebesar Rp 380,416 juta dan pedagangan asongan sebanyak Rp 246,896 juta.
Sementara dari entertainment atau hiburan sebesar Rp 77 juta, permainan anak Rp 328,640 juta, pengamen Rp 22.119.500, vendor Rp 1,160 miliar, dan parkir Rp 33,12 juta. “Total keseluruhan perputaran ekonomi mencapai Rp 3.804.191.500,” tandasnya.
Sebelumya, salah satu pelaku UMKM di Gelegar Pesona Khazanah Ramadan Khairul Sani mengatakan, jualannya selalu ludes setiap harinya. Selain jualannya yang selalu ludes, omzet penjualan mereka juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Alhamdulillah, jualan kami selalu habis. Pengunjungnya selalu ramai setiap hari,” ujarnya.
Dikatakannya, dirinya membawa sekitar 30-35 pack mika lalapan, baik ayam, lele, dan nila setiap harinya. Satu pack lalapan dijual Rp 13 ribu. Selain itu, ada juga minuman segar seharga Rp 7-10 ribu. “Omzetnya sekitar Rp 600 ribuan sampai Rp 750 ribuan sehari,” pungkasnya. (fer/r6)
Editor : Redaksi Lombok Post