Hal ini ditopang akselerasi kinerja investasi dan tetap baiknya konsumsi rumah tangga dalam komponen pertumbuhan ekonomi NTB.
Kepala BI NTB Berry Arifsyah Harahap menjelaskan, NTB mengalami pertumbuhan ekonomi negatif sebesar 1,47 persen (yoy) di triwulan I 2025, secara normal, pertumbuhan ekonomi NTB dapat dikatakan secara teknikal akan mengalami resesi, namun sebenarnya tidak.
Pergerakan tambang dikatakan Berry agak eratik dengan tempo kadang naik dan kadang turun.
Jika dilihat periodenya, dapat dikatakan hampir dua tahun sekali masuk pembukaan fase 8 di permukaan, di mana kualitas tembaga akan turun.
“Industri tembaga relatif bisa mengendalikan suplai, apalagi Indonesia termasuk penghasil cukup besar jika digabung Freeport dan AMNT,” ujarnya.
Industri tembaga kata Berry, bermain dengan supply supaya harga tetap stabil. Seperti sekarang ini, saat kondisi ekonomi menurun dan membuat harga mineral cenderung tertahan.
Dampak hal tersebut terlihat di ekonomi NTB. Jika tambang produksinya rendah maka pertumbuhan ekonomi NTB juga rendah.
Namun khusus NTB, ekonominya di luar tambang masih menunjukkan pertumbuhan yang terus meningkat.
Jika dilihat pertumbuhan ekonomi tanpa tambang, di triwulan I 2025 tercatat sebesar 5,57 persen (yoy). Jumlah ini terbilang masih cukup tinggi.
“Kalau lihat tren dari 2021 sampai 2025 awal ini, kita lihat masih tinggi sekitar 5 persenan,” sambungnya.
Pertumbuhan ekonomi tanpa tambang ini bisa dijadikan pedoman untuk kebijakan yang bisa diambil pemda.
Pemerintah harus mendorong sektor pertanian dan pariwisata sebagai sumber ekonomi baru.
“Ini bisa beri kontribusi lebih sehingga pertumbuhan di tambang yang eratik bisa kita jaga, dan tidak buat ekonomi kita jelek,” terangnya.
Jika dilihat dari PDRB, konsumsi rumah tangga cukup tinggi sebesar 5,16 persen atau di atas nasional.
Artinya, sektor pertanian dan perdagangan ternyata mampu berkontribusi dengan baik.
Meski konsumsi meningkat, ini dapat jadi pertimbangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas walaupun tanpa tambang.
“Bisa kita dorong pertanian, seperti yang saya katakan lihat Texas yang kuat di peternakan, bisa kategori negara bagian yang maju. Di NTB sama punya potensi itu kita bisa dorong,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida