Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sejumlah Merek Beras Lenyap dari Rak Retail Modern di Mataram

Geumerie Ayu • Rabu, 16 Juli 2025 | 10:56 WIB
Sejumlah merek beras lenyap dari rak retail modern di mataram
Sejumlah merek beras lenyap dari rak retail modern di mataram

LombokPost – Di Mataram, sejumlah merek beras yang diduga dioplos dilaporkan menghilang dari rak ritel modern.

Berdasarkan pantauan Lombok Post, beras oplosan dengan merek yang dirilis Polri tidak ditemukan di sejumlah ritel modern besar.

Seperti di Ruby Supermarket terpantau hanya terdapat beberapa merek beras lokal NTB.

Begitu pula di Hypermart, terdapat beberapa merek beras, namun tidak masuk dalam daftar temuan beras oplosan.

Seperti merek TOP1 KOKI, Mawar Jaya, dan beras Hypermart.

Di ritel-ritel modern kecil, merek-merek yang disebut sebagai beras oplosan ditemukan tersedia dalam aplikasi.

Seperti beras merek Raja Platinum dan Raja Ultima masih beredar di pasaran.

Sedangkan untuk merek Sania, sudah mengalami kekosongan sejak beberapa hari belakangan.

Salah satu staf di Hypermart tengah mengatur beras di salah satu etalase. Di ritel modern ini tidak ditemukan adanya beras oplosan.
Salah satu staf di Hypermart tengah mengatur beras di salah satu etalase. Di ritel modern ini tidak ditemukan adanya beras oplosan.

 "Stok beras Sanianya kosong, sudah beberapa hari ini belum masuk barang (ke toko)," ujar salah seorang petugas retail di Kota Mataram, pada Selasa (15/7).

Salah satu ibu rumah tangga (IRT)di Mataram, Citra mengaku terkejut mendengar kabar beras oplosan tersebut.

Beberapa kali dia membeli beras premium merek Sania yang ternyata masuk dalam daftar beras oplosan yang dirilis Polri.

“Paling sering beli beras yang merek Sania,” akunya.

Setelah adanya kabar beras bermerek yang oplosan ini, Citra memutuskan untuk beralih ke beras petani lokal NTB saja.

“Lebih baik beli beras lokal sini yang ada di ritel-ritel modern besar saja sekarang,” tandasnya.

Baiq Ismi, warga lainnya mengatakan, beras merek yang diduga oplosan cenderung lebih murah dan disukai karena pulen serta bersih.

Namun dirinya lebih memilih membeli beras lokal, lantaran dinilai asal usul dan kualitasnya sudah jelas dan terjamin.

"Saya pilih beras lokal di sini saja, beda harganya juga sedikit, cuma Rp 5 ribuan, dan kualitasnya tidak kalah kok,” katanya.

Baik Dinas Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram maupun Disdag NTB masih belum memberikan pernyataan resmi terkait persoalan ini.

Kini Bareskrim Polri sedang memeriksa empat produsen beras besar terkait dugaan pelanggaran mutu dan takaran.

Di antaranya, Wilmar Group dengan merek Sania, Sovia, dan Fortune.

Kemudian PT Food Station Tjipinang Jaya dengan merek FS Japonica, FS Sentra Ramos, FS Beras Sego Pulen, FS Sentra Wangi, Alfamart Sentra Pulen, dan Indomaret Beras Pulen Wangi.

PT Belitang Panen Raya dengan merek Raja Ultima, Raja Platinum, dan RajaKita.

Jafra Group dengan merek Ayana. (fer/r6)

 

Editor : Jelo Sangaji
#menghilang #beras oplosan #merek #Beras #Ritel Modern