Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekspor Tembaga AMMAN Kembali Jalan, Ekonomi NTB Siap Bangkit Lagi!

Marthadi • Senin, 3 November 2025 | 12:30 WIB

 

Sebuah haul truck mengangkut konsentrat di lokasi tambang AMMAN di Batu Hijau, Sumbawa Barat. (Istimewa)
Sebuah haul truck mengangkut konsentrat di lokasi tambang AMMAN di Batu Hijau, Sumbawa Barat. (Istimewa)
LombokPost - Kabar baik datang dari sektor pertambangan. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) resmi kembali mengantongi izin ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Rekomendasi ekspor sebesar 480.000 metrik ton kering (dmt) ini berlaku selama enam bulan mulai 31 Oktober 2025.

Dengan rekomendasi tersebut, Kementerian Perdagangan kini memiliki dasar untuk menerbitkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) bagi AMNT.

Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau mengatakan izin ekspor itu menjadi penopang utama agar operasional perusahaan tetap berlanjut.

“Dengan dimulainya kembali penjualan konsentrat tembaga, kami dapat memastikan gudang penyimpanan tidak melebihi kapasitas, sehingga kegiatan tambang tetap berjalan sesuai rencana selama perbaikan smelter berlangsung,” ujarnya.

Rachmat menambahkan, kelanjutan ekspor ini juga akan memulihkan kontribusi fiskal AMMAN bagi perekonomian nasional dan daerah, terutama mendukung pemulihan ekonomi NTB.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik keputusan pemerintah pusat. Ia mengungkapkan sejak awal Pemprov NTB aktif berkoordinasi dengan berbagai kementerian agar izin ekspor itu segera terbit.

“Izin ini bukan hanya penting bagi operasi AMMAN, tapi juga untuk menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga stabilitas fiskal daerah,” kata Iqbal.

Iqbal mengingatkan, terhentinya operasi smelter berdampak besar pada ekonomi daerah.

“Pertumbuhan sektor pertambangan sempat terkontraksi hingga minus 30 persen. Akibatnya, ekonomi NTB secara keseluruhan turun ke -1,47 persen, meskipun sektor lain seperti pertanian tumbuh 10,28 persen, tertinggi dalam 14 tahun terakhir,” bebernya.

Karena itu, ia meminta AMMAN memastikan smelter segera beroperasi normal kembali.

Sebelumnya, fasilitas smelter AMMAN sempat berhenti beroperasi sementara pada Juli-Agustus 2025 karena perbaikan pada unit Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant.

“Perbaikan ini sangat kompleks dan harus dilakukan menyeluruh. Prosesnya diperkirakan berlangsung hingga paruh pertama 2026,” jelas Rachmat.

Ia menegaskan, selama masa perbaikan, perusahaan tetap menjalankan operasi secara parsial dengan peningkatan produksi yang dilakukan hati-hati tanpa mengabaikan aspek keselamatan. (*)

Editor : Marthadi
#Rachmat Makkasau #Ekonomi NTB #Smelter #Amman #ekspor tembaga