Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan usaha berkelanjutan bagi petani dan buruh tani di kawasan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan program yang tepat sasaran dan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor tembakau,” ujar Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti, Rabu (26/11).
Pihaknya menunjukkan komitmen serius dalam mengangkat derajat petani tembakau.
Bimtek tersebut menandai langkah strategis untuk memperkuat sektor unggulan daerah ini.
“Bimtek ini bukan sekadar seremonial,” sambungnya.
Bimtek peningkatan SDM tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari berbagai sentra tembakau di Lombok Tengah.
Ia menjelaskan, fokus Bimtek ini melampaui teknik pengolahan tembakau konvensional.
“Kami membahas peningkatan keterampilan yang lebih luas agar para petani semakin berdaya saing. Pemerintah berkewajiban menyediakan ruang pembelajaran seperti ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Nuryanti membeberkan, Bimtek ini memiliki peran krusial sebagai pembekalan awal bagi para peserta. Setelah ini mereka memberikan pendampingan lanjutan, peningkatan kapasitas, hingga penguatan usaha yang berkelanjutan bagi petani.
“Bimtek ini tidak hanya soal pengolahan tembakau, tapi juga peningkatan skill dan produk yang berdaya saing tinggi,” terangnya.
Di akhir kegiatan dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Hal tersebut sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah dan petani dalam pemberdayaan masyarakat di sektor tembakau.
“Agar para petani dan buruh tani dapat mempersiapkan usaha yang lebih mandiri ke depannya,” katanya.
Nuryanti berharap, rangkaian Bimtek ini membuat petani dan buruh tani tembakau di NTB akan semakin siap menghadapi tantangan industri.
Mereka mampu memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasil panen, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan.
Editor : Kimda Farida