LombokPost - Bagi Gendut Agin, rasa kecewa adalah bahan bakar terbaik untuk berinovasi. Pria asli Punia ini pernah berada di posisi konsumen yang merasa tidak puas dengan layanan jasa pengantaran.
Alih-alih hanya mengeluh, ia justru melihat celah bisnis di balik "kemalasan" masyarakat modern yang kini enggan bergerak hanya untuk sekadar membeli makan atau mengantar barang.
Lahir pada Februari 2024, Okegas kini tumbuh menjadi jasa kurir lokal berkembang di Pulau Lombok.
Berawal dari niat memperbaiki standar pelayanan, Agin membawa bisnis keempatnya ini melesat dengan 50 unit armada yang menjangkau pelosok Lombok mulai dari Mataram, Senggigi, Kuta, Selong Belanak, hingga Belanting.
"Sekarang zaman sudah berubah. Orang-orang semakin tergantung dengan kurir. Inilah peluang bagus yang saya tangkap," ujar Agin.
Okegas bukan sekadar bisnis antar-jemput. Agin menerapkan sistem profesional dengan legalitas CV yang jelas.
Salah satu keunggulan kompetitifnya adalah penyediaan dana talangan hingga Rp 10 juta bagi admin. Dana ini berfungsi sebagai penolong saat kurir harus melakukan transaksi besar seperti di Atlantis namun tidak memiliki modal tunai di tangan.
Bagi Agin, kepercayaan adalah segalanya. Ia tak segan memberikan servis ekstra jika ada kurir yang nakal. "Kami siap mengganti kekecewaan pelanggan. Biasanya kami gratiskan biaya kurir atau memberikan tiga kali pengantaran gratis sebagai permohonan maaf," tegasnya.
Dibalik rutinitas 500 orderan per hari, terselip kisah-kisah unik yang mewarnai perjalanan kurir Okegas. Tak melulu soal makanan atau dokumen, kurir Okegas pernah mendapatkan orderan yang tak lazim dan mengundang senyum.
Ada pelanggan yang menggunakan jasa mereka untuk menjadi detektif dadakan dengan membuntuti pasangan yang diduga selingkuh. Tak sampai di sana, ada pula istri yang menyewa jasa kurir hanya untuk pergi ke rumahnya demi membangunkan suaminya yang tertidur lelap.
"Itu dulu saat awal berdiri. Tetapi sekarang tidak lagi, kami hanya fokus pengantaran dan pembelanjaa. Bahkan per kilometer hanya kami bandrol Rp 2 ribu untuk area luar Mataram," tambahnya.
Kesuksesan Okegas tak membuat Agin lupa pada sisi kemanusiaan. Dari armada saat ini, Agin membuka pintu lebar bagi penyandang disabilitas dan orang tua lanjut usia untuk tetap produktif. Baginya, semangat kerja lebih utama daripada fisik yang sempurna.
Kesejahteraan kurir pun terjaga dengan sistem bagi hasil 15 persen. Dalam sehari, seorang kurir bisa membawa pulang pemasukan mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 400 ribu. Jika dikalkulasi, pendapatan bersih mereka bisa mencapai Rp 6-7 juta per bulan, di luar tips dari pelanggan.
”Untuk area Mataram tarifnya mulai Rp 10 ribu. Nah dari sana kita ambil 15 persen,” katanya.
Okegas rutin membagikan reward berupa handphone bagi pelanggan setia setiap tahunnya. Sedangkan untuk internal, bantuan modal awal Rp 300 ribu disiapkan bagi calon kurir yang hanya memiliki motor dan HP namun terkendala biaya awal.
Guna memperluas jangkauan, Agin juga menggandeng konten kreator sebagai langkah strategis promosi. Tak puas sampai di sini, ia tengah mempersiapkan peluncuran Blue Kurir, sebuah sistem baru yang lebih canggih dengan pantauan GPS real-time untuk menentukan kurir terdekat dari lokasi pesanan.
Bahkan kini, Okegas membuka lowongan pekerjaan bagi freelancer. Sistem kerja freelance yang diterapkan memungkinkan mitra kurir untuk mengatur sendiri jam kerja mereka. Model ini dinilai sangat relevan bagi anak muda, mahasiswa, pekerja informal, hingga masyarakat yang memiliki pekerjaan utama namun ingin menambah penghasilan.
Gendut Agin menyampaikan bahwa kehadiran layanan ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan logistik, tetapi juga membawa misi sosial untuk memperluas akses lapangan pekerjaan di daerah.
”Kami melihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan fleksibel. Okegas hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut dengan membuka peluang kerja freelance yang mudah diakses oleh masyarakat lokal,” tuturnya.
Selain fleksibilitas waktu, Okegas juga memberikan dukungan berupa orderan yang relatif stabil, reward bulanan bagi mitra berprestasi, serta perlindungan BPJS Kesehatan. Fasilitas tersebut diberikan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan dan rasa aman para mitra kurir.
"Rencana kami tetap fokus menguasai Pulau Lombok. Dengan 7 admin yang bekerja dalam shift, kami ingin memastikan setiap sudut Lombok bisa terlayani dengan standar Oke Gas," pungkas Agin dengan penuh optimisme.
Editor : Pujo Nugroho