Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Bidik Hilirisasi Nira Aren, Kelor dan Rumput Laut  

Geumerie Ayu • Jumat, 30 Januari 2026 | 18:16 WIB

 

HILIRISASI: Biskuit kelor, poduk turunan hasil hilirasasi komoditas kelor yang ada di etalase NTB Mall, beberapa waktu lalu.
HILIRISASI: Biskuit kelor, poduk turunan hasil hilirasasi komoditas kelor yang ada di etalase NTB Mall, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Melalui skema hilirisasi, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) kini tengah mematangkan potensi komoditas nira aren, kelor, dan rumput laut.

Komoditas ini dipersiapkan untuk menembus pasar industri hingga mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menegaskan, riset daerah harus memiliki output yang bisa dimasalkan oleh UMKM. Salah satu yang menjadi primadona adalah hilirisasi komoditas nira aren.

Selama ini, nira aren identik dengan konsumsi tradisional yang daya tahannya singkat. Namun, riset terbaru berhasil menyulapnya menjadi nira segar terkemas dan sirup aren premium.

“Produk ini harus naik kelas. Bukan hanya untuk konsumsi lokal, tapi harus mampu menyuplai industri pariwisata. Kita punya bahan baku melimpah, tinggal bagaimana sentuhan riset memberikan nilai tambah tinggi,” jelas Aryadi.

Aryadi memberikan instruksi keras kepada seluruh Pokja BRIDA agar tidak lepas tangan setelah riset selesai. Ia meminta adanya pengawalan ketat hingga tahap inkubasi bisnis.

“Keberlanjutan adalah kunci. Saya tidak ingin riset ini berhenti di meja diskusi. Harus ada inkubasi agar produk ini bisa direplikasi oleh UMKM dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat NTB sebagai penggerak ekonomi,” tandasnya.

Peneliti BRIDA Kurniawan Yuniarto menambahkan, riset nira aren sudah dilengkapi dengan Business Model Canvas (BMC). BMC dikembangkan untuk menganalisa potensi pasar, segmentasi konsumen, hingga keberlanjutan usaha.

“Kami membagi produk dalam berbagai grade kualitas agar bisa menyasar segmen pasar yang berbeda, mulai dari ritel hingga kebutuhan hotel dan kafe,” jelasnya.

Selain nira aren, NTB juga melirik potensi kelor dan rumput laut. Peneliti BRIDA Siska Cicilia Ventola memaparkan, kedua komoditas ini telah berhasil diolah menjadi produk turunan bergizi tinggi.

Di antaranya seperti bakso, jelly, yogurt, hingga tepung kaya protein.

Produk-produk ini diproyeksikan menjadi komponen utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan percepatan penanganan stunting di NTB.

“Potensi kita besar, tapi selama ini belum maksimal. Dengan kolaborasi lintas sektor, olahan kelor dan rumput laut ini bisa menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi desa,” pungkas Siska.

Editor : Kimda Farida
#kelor #nira aren #Brida NTB #rumput laut #NTB #hilirisasi