Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Perkuat Sinergi Ekspor hingga Ekosistem Halal

Geumerie Ayu • Jumat, 17 April 2026 | 16:05 WIB
KOLABORASI: Suasana audiensi Bank Indonesia (BI) NTB tentang ekspor, penguatan ekosistem halal, dan digitalisasi transaksi di Disperindag NTB, Kamis (16/4). (IST/LOMBOK POST)
KOLABORASI: Suasana audiensi Bank Indonesia (BI) NTB tentang ekspor, penguatan ekosistem halal, dan digitalisasi transaksi di Disperindag NTB, Kamis (16/4). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB memperkuat kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTB.

Langkah ini diambil untuk mendorong UMKM lokal naik kelas, menembus pasar global, serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Sinergi fokus pada tiga pilar utama, orientasi ekspor, penguatan ekosistem halal, dan digitalisasi transaksi.

Deputi KPwBI NTB Andhi Wahyu Riyadno menjelaskan, Bank Indonesia berkomitmen meningkatkan kapasitas UMKM melalui berbagai program inkubasi. Salah satunya Sasambo Investment Challenge.

 Baca Juga: BPJPH dan Disperindag NTB Perkuat Sinergi Program Wajib Halal

“Program ini dirancang untuk menjaring potensi investasi dari seluruh kabupaten/kota di NTB,” ujarnya, Kamis (16/4).

BI juga siap menghadirkan konsultan ahli untuk memberikan pendampingan intensif bagi UMKM potensial.

Fokusnya memastikan produk lokal memenuhi standar internasional sehingga mampu bersaing di pasar ekspor.

 Baca Juga: LPPOM MUI Desak Pemerintah Jangan 'Lembek' ke AS Soal Aturan Sertifikasi Halal, Ada Apa dengan Kesepakatan Dagang RI-AS?

"Kami ingin memastikan UMKM NTB tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi benar-benar memiliki daya saing global melalui kurasi produk yang ketat," terang Andhi.

Kolaborasi ini juga memperkuat keterkaitan dengan BaleKITA NTB sebagai etalase produk unggulan daerah. Melalui program Karya Kreatif Indonesia (KKI), Disperindag dan BI NTB akan melakukan kurasi UMKM layak ekspor untuk dipromosikan ke panggung internasional.

“Penguatan branding menjadi aspek krusial agar identitas lokal NTB semakin dikenal dunia,” sambungnya.

Baca Juga: Perluas Pasar Global, Pemerintah Sasar Jepang dan Negara D-8 untuk Produk Halal

Selain sektor kerajinan dan fesyen, penguatan UMKM sektor pangan juga menjadi sorotan. Kedua pihak sepakat ketahanan pangan daerah harus didukung pengolahan nilai tambah pada produk hasil bumi.

“Hal ini mendorong nilai tambah melalui pengolahan dan pemasaran yang lebih luas,” ujar Sekretaris Disperindag NTB Lalu Luthfi.

Disperindag NTB juga mendorong intervensi program pada Desa Berdaya dan Desa Binaan sebagai basis pengembangan UMKM. Strategi ini bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang akan diakselerasi adalah pembentukan Zona Kuliner Halal yang aman dan sehat. Kawasan ini nantinya didukung oleh sistem pembayaran digital melalui QRIS. “Langkah ini tidak hanya memodernisasi transaksi, tetapi juga mendorong pelaku usaha masuk ke sistem keuangan formal atau keuangan inklusif,” jelasnya. (fer/r6)

Editor : Redaksi
#UMKM #daya saing #Pasar Ekspor #Bank Indonesia #pasar global