Lalu Edi Setiawan tidak memungkiri gajinya sebagai PPPK paro waktu di Pemprov NTB belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Beruntung, skill-nya di bidang musik sangat membantu dalam menghasilkan income tambahan. Selain mahir menciptakan lagu, ia juga masih sering tampil jadi vokalis dalam konser atau show.
Marilah Semua ayunkan langkah bersama. Gerakkan dengan ceria. Lestarikan budaya. Hidup sehat bersama untuk jiwa dan raga. Selalu bugar gembira itu luar biasa.
Marilah semua Kita suka olahraga. Semangat dan percaya diri, hati tetap terjaga. Kini waktunya kita bersama merasakannya. Sehat, bugar, dan gembira. Jadi luar biasa....
Cuplikan lagu berjudul "Bugar Gembira" itu mengalun energik dari aplikasi music player. Ini adalah lagu resmi dalam event Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII yang digelar di NTB pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 lalu.
Siapa sangka, lagu yang sarat dengan pesan semangat berolahraga dan optimisme itu adalah ciptaan Lalu Edi Kurniawan.
Dia adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paro waktu yang bertugas di Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda NTB.
"Lagu ini memang saya yang menciptakan," kata Lalu Edi Kurniawan kepada Lombok Post, Jumat (30/1).
Saat itu dia ditugaskan langsung oleh panitia untuk menciptakan lagu resmi Fornas VIII. Ia pun langsung terbayang ingin menciptakan lagu dengan genre lirik dan nada yang penuh optimisme.
Dalam lagunya harus menebarkan pesan semangat berolahraga, optimisme, dan prestasi.
"Mulai dari lirik hingga aransemen musik, saya semua yang bikin. Nggak lama saya buat, lagu ini sudah selesai," tutur Edi.
Kebahagiaan Edi makin membuncah pada malam penutupan Fornas VIII pada 1 Agustus 2025 lalu. Sebab saat itu band papan atas Indonesia Slank ikut menyanyikan lagu.
"Bugar Gembira" yang diciptakannya. Lagu itu dinyanyikan Kaka (vokalis Slank) saat konser malam penutupan Fornas VIII di ex Bandara Selaparang, Kota Mataram.
Saat itu, Edi dan grupnya juga tampil sebagai band pembuka. Nama band-nya Eed and Friends. "Eed" sendiri merujuk pada nama Lalu Edi Kurniawan.
"Itu momen yang sangat berkesan bagi saya. Sama sekali tidak menyangka lagu ciptaan saya akan dinyanyikan oleh band legendaris seperti Slank," tuturnya penuh semangat.
Di lingkungan Pemprov NTB, Lalu Edi Kurniawan memang dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hobi musik.
Mulai dari menciptakan lagu hingga tampil dalam show atau konser. "Kalau show gitu saya biasa sebagai vokalis," ujarnya lalu tertawa.
Ia pun sering dimintai bantuan oleh para kepala dinas atau kepala OPD untuk menciptakan jingle dalam berbagai kegiatan.
Seperti seminar, talk show, atau kegiatan lainnya. Itu ditekuni dengan telaten sambil terus menyalurkan hobi dan bakatnya di dunia musik.
"Karena ini jasa ya pasti dibayar. Meski tidak mematok harga, tapi lumayan lah untuk menambah income untuk kebutuhan keluarga," paparnya.
Skill-nya dalam bermain musik memang telah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi Edi. Honor yang diterima sangat membantu dalam menciptakan pendapatan.
Apalagi gajinya sebagai PPPK paro waktu dinilai masih kurang untuk membiayai kebutuhan keluarga. "Tahu sendiri kan gaji kami sebagai PPPK tidak seberapa. Tapi tetap harus bersyukur. Sehingga honor dari bermusik ini sangat-sangat membantu," ungkap ayah tiga anak itu.
Saat ini, sambung dia, gaji bulanan sebagai PPPK paro waktu berkisar Rp 2,5 juta. Nilai itu masih kurang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga biaya anak-anaknya sekolah.
Sehingga jika ada orderan yang terkait dengan musik, ia selalu mengerjakan telaten. Meski demikian, Edi tetap mengutamakan tugasnya sebagai PPPK di Biro Adpim Setda NTB seperti profesi utama.
"Yang penting jangan sampai mengganggu pekerjaan utama saya di Biro Adpim Setda NTB," imbuhnya.
Nah, jika tidak ada pesanan yang masuk, ia selalu meluangkan waktu untuk berkreasi. Sampai saat ini ia masih aktif menciptakan lagu secara mandiri.
Lagu-lagu yang diciptakannya kerap di-upload di platform YouTube. Edi pun mengaku pernah mendapatkan bayaran dari hasil lagunya yang diakses masyarakat melalui YouTube.
"Bukan saya yang mencairkan, tapi melalui teman. Katanya lagu-lagu ciptaan saya yang di-upload di YouTube banyak diputar," pungkas pria kelahiran 17 Juni 1982 itu. (Umar Wirahadi)
Editor : Kimda Farida