Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lima Petugas Puskesmas Kuripan Lombok Barat Positif Tertular Korona

Administrator • Kamis, 9 Juli 2020 | 09:51 WIB
TETAP BERI PELAYANAN: Meski sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Kuripan dinyatakan positif korona, pelayanan hingga Rabu (8/7) tetap dilaksanakan. (TONI/LOMBOK POST)
TETAP BERI PELAYANAN: Meski sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Kuripan dinyatakan positif korona, pelayanan hingga Rabu (8/7) tetap dilaksanakan. (TONI/LOMBOK POST)
GIRI MENANG-Jumlah tenaga kesehatan Lombok Barat (Lobar) terpapar virus Korona terus bertambah. "Yang terkonfirmasi positif di Puskesmas Kuripan itu ada lima orang. Tiga perawat dan dua bidan," jelas Kepala Puskesmas Kuripan M Husni kepada Lombok Post, Rabu  (8/7).

Lima tenaga kesehatan ini disinyalir terpapar Korona sejak akhir Juni lalu hingga awal Juli ini. Kelimanya sekarang mendapat perawatan di Asrama Haji yang dijadikan pusat perawatan pasien Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi NTB. Meski sejumlah tenaga kesehatan dinyatakan positif, pelayanan di Puskesmas Kuripan tetap berjalan.

"Pernah disampaikan apakah Puskemas yang di dalamnya terdapat tenaga kesehatan yang positif bisa disterilkan selama 14 hari seperti di Lombok Timur. Namun di Lobar tetap diberikan pelayanan ke masyarakat," jelasnya.

Belum bisa dipastikan, di mana para tenaga kesehatan ini terpapar Covid-19. Bisa jadi di tempat tinggal mereka. Kemudian ada juga yang berpotensi terpapar saat melakukan tracing terhadap keluarga korban yang dinyatakan positif Covid-19.

Di Kecamatan Kuripan, sampai saat ini ada 11 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Delapan orang berdomisili di Kuripan, tiga orang memiliki dokumen administrasi kependudukan Kuripan namun tinggal di tempat lain.

Dengan banyaknya kasus Covid-19 di Kecamatan Kuripan, baik Nakes maupun warga biasa, pihak Puskesmas meningkatkan disiplin tenaga kesehatan dan pengunjung menggunakan APD.

"Kami minta lebih ketat lagi penggunaan APD bagi tenaga kesehatan dan pengunjung Puskesmas. Pelayanan tetap kita berikan, cuma saat beberapa petugas medis dinyatakan reaktif hingga positif, pelayanan untuk siang dan sore sempat kita tiadakan," terangnya.

Husni berharap masyarakat bisa lebih menghargai para tenaga kesehatan yang bertugas di Puskemas maupun di rumah sakit. Mereka telah berjuang sepenuh hati melayani warga. Namun banyak warga yang beranggapan jika tenaga kesehatan mengambil keuntungan di tengah Covid-19 ini.

"Sampai sekarang insentif saja belum dibayarkan. Kemudian ada yang menganggap ini dijadikan bisnis. Kan kami prihatin. Apalagi banyak tenaga kesehatan yang meninggalkan keluarga mereka karena terpapar Korona," ungkapnya.

Hal yang sama juga pernah disampaikan Dirut RSUD Tripat Gerung drg. Arbain Ishak. Ia menyayangkan perlakuan masyarakat ke tenaga kesehatan kurang baik. "Bahkan ada tenaga kesehatan kami yang dipukul karena warga mengambil paksa jenazah pasien yang PDP Covid-19," ungkapnya.

Hal ini kadang membuat tenaga kesehatan merasa dilema melayani masyarakat. Di satu sisi, mereka melaksanakan tugas. Di sisi lain, masyarakat banyak yang memiliki anggapan jika tenaga kesehatan menjadikan wabah Korona bisnis.

"Kami dilema. Kami tidak tangani akan jadi masalah. Kami tangani akan seperti ini. Kami di rumah sakit hanya melaksanakan tugas," kata Arbain.

Ia berharap masyarakat bisa memahami dan belajar dan mencari informasi yang sebenarnya dari pihak yang kompeten. (ton/r3)

  Editor : Administrator
#Virus Korona #Headline #Lombok Barat #Puskesmas Kuripan