GIRI MENANG-Pelabuhan Senggigi saat ini sudah memiliki fasilitas dermaga. Tetapi itu hanya dermaga sementara, bukan permanen. Pembangunannya dimulai Mei lalu, dan kini pekerjaannya sudah selesai. Tempat sandar kapal cepat itu dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 200 juta.
Ketua Komisi II DPRD Lobar Abubakar Abdullah mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi telah dibangunnya dermaga sementara. Meski tidak permanen, tetapi setidaknya ada tempat sandar kapal yang lebih layak. "Tinggal bagiamana infrastruktur itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Dia mengatakan, dengan adanya dermaga sementara itu, akan menjadi jawaban dari banyaknya keluhan pengguna transportasi laut melalui pelabuhan Senggigi. Sebab, selama ini kapal yang menurunkan penumpang langsung sandar di pasir.
Harapan paling besar, tambah Abubakar, keberadaan infrastruktur itu bisa mendatangkan lebih banyak tamu ke Lobar. Terutama para wisatawan yang ada di Pulau Bali. "19 operator boat yang ada di Bali diharapkan tertarik semua menggunakan penyeberangan melalui Senggigi," harapnya.
Politisi yang juga pegiat pariwisata ini mengaku, di Bali ada Asosiasi Kapal Cepat Indonesia. Mereka semua sudah memiliki komitmen membawa tamu ke Lombok. Menurutnya, komitmen itu harus didukung dengan adanya infrastruktur memadai, salah satunya dengan menyediakan kemudahan akses bagi mereka.
"Travel agen maupun operator kapal, termasuk juga wisatawan butuh aksesibilitas. Artinya, selain kebersihan dan keamanan, mereka juga menginginkan kemudahan akses," ujar Abubakar.
Karena itu, tegasnya lagi, pihaknya mengapresiasi ikhtiar Pemkab Lobar. Kemudian, tahun depan diharapkan sudah ada dermaga permanen serta fasilitas pendukung lainnya. "Sambil ikhtiar mencari potensi anggaran infrastruktur di bidang kemaritiman ke pusat," tutupnya.
Kepala UPT Pelabuhan Senggigi Iskandar Zulkarnaen mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan dermaga mulai dioperasikan. Tetapi dia memperkirakan dalam beberapa hari ini sudah digunakan. "Semoga akhir pekan ini," katanya.
Iskandar mengaku, untuk pekerjaan fisik dermaga sudah selesai. Tetapi saat ini belum bisa digunakan karena masih tahap finishing. "Masih bersih-bersih, dan kita juga perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujarnya. (bib/r3)
Editor : Galih Mps