Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berbulan-Bulan Tidak Aktif, Traffic Light Simpang Lima Gerung Hanya Pajangan?

Sanchia Vaneka • Senin, 26 Februari 2024 | 16:05 WIB
TIDAK AKTIF: Traffic light di simpang empat Bengkel yang sengaja di nonaktifkan untuk kelancaran lalu lintas.
TIDAK AKTIF: Traffic light di simpang empat Bengkel yang sengaja di nonaktifkan untuk kelancaran lalu lintas.

LombokPost-Traffic light atau rambu lalu lintas yang ada di simpang lima koperasi, Gerung sudah beberapa bulan ini tidak aktif.

Akibatnya, para pengendara sering kali was-was saat melintasi jalur tersebut. 

“Coba kita cek, segera kita koordinasi dengan balai jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) M Najib. 

Adanya traffic light di simpang lima tersebut sebenarnya sangat membantu pengguna jalan.

Sebab, jalur tersebut menjadi jalan utama kendaraan yang dari ataupun akan ke arah Pelabuhan Lembar.

Kendaraan yang mendominasi melintas di jalur ini adalah angkutan berat seperti truk atau tronton. 

“Itu tetap berfungsi, tinggal dinyalakan kembali,” kata Najib. 

Tidak hanya itu, traffic light di simpang empat Kediri yang menuju arah Praya dan Mataram juga sudah lama tidak aktif.

Saat ditanyakan, Najib menyebut akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Dishub NTB.

Karena satu dari lima traffic light yang ada di Lobar tersebut menjadi kewenangan Dishub NTB. 

“Sedang kita proses usulan ke dishub provinsi,” ucapnya. 

Menurutnya, lampu lalu lintas di simpang empat Kediri perlu diaktifkan kembali.

Mengingat kecamatan ini adalah Kota Santri, sehingga jalur tersebut menjadi jalur penyebrangan para santri.

Walaupun jalan yang menuju ke Mataram juga sudah menjadi dua jalur, namun traffic light tetap dibutuhkan. 

“Walaupun arus lalu lintas tidak sepadat di Bengkel, Labuapi tapi Kediri tetap butuh traffic light. Dan kalaupun rame (di Kediri) itu sifatnya sewaktu-waktu kalau ada hari penjengukan pondok,” jelasnya. 

Traffic light yang tidak aktif juga ada di simpang empat Bengkel.

Namun ini memang sengaja tidak diaktifkan, karena sering terjadi kemacatan panjang.

Khusus untuk di Bengkel memang hanya diberikan warning light saja atau rambu lalu lintas warna kuning yang berkedip.

Karena jika menyalakan traffic light justru kerap menyebabkan kemacetan.

Sehingga dalam hal ini, dinas hanya merekayasa agar pengendara sendiri yang menyesuaikan. 

“Macetnya sudah kiloan meter yang di Bengkel. Jadi sengaja kita matikan,” terangnya. 

Ia mengatakan, terkait dengan traffic light ini tetap akan berkoordinasi dengan Dishub NTB dan Balai Jalan.

Untuk yang aktif pun masih terus butuh pemantauan seperti traffic light yang ada di simpang empat Masjid Baitul Atiq, Gerung dan simpang tiga Narmada.

“Tetap kita koordinasi dengan pihak provinsi dan balai jalan,” tandasnya. (chi/r3) 

 

Editor : Kimda Farida
#Lobar #Dishub #Gerung