LombokPost - Kebakaran terjadi usai perayaan pawai malam takbiran Idul Fitri Senin (31/3) dinihari pukul 01.00 Wita. Tempat hiburan malam Sahara Senggigi ludes terbakar diduga akibat korsleting listrik.
"Dugaan sementara pemicunya akibat korsleting listrik. Ada ruangan khusus tempat api mulai menyala," jelas Plt Kepala Dinas Damkar Lombok Barat H Moh Amin kepada Lombok Post.
Begitu informasi kejadian kebakaran diterima petugas Damkar Lobar, tim langsung diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 01.20 Wita. Namun api sudah terlanjur menyala menjulang hingga ke atap bangunan Gedung Sahara. Proses pemadaman pun sedikit terhambat karena desain bangunan memang kurang memungkinkan petugas masuk membawa peralatan pemadam.
"Karena ini kan kafe dan diskotik. Jadi agak lama masuknya. Kemudian karena ruangan pakai bahan peredam suara, itu yang memicu api cepat menyala ke sana-sini," ucapnya.
Akibat api yang semakin membesar, kursi besi yang ada di dalam gedung bahkan sampai memuai dan meleleh. Butuh waktu sekitar tujuh jam dari proses pemadaman hinggan pendinginan. "Perkiraan sementara kerugian Rp 6 sampai 7 miliar," beber Amin.
Terdapat beberapa perangkat elektronik hingga barang berharga yang ikut hangus terbakar api. Dengan kejadian ini, pihak Dinas Damkar Lobar mengimpau semua pihak dan pelaku usaha di Senggigi menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). Mencegah percikan api semakin membesar begitu terjadi korsleting atau yang lainnya.
"Ini kami lihat tidak disiapkan APAR. Makanya kami mengimbau perusahaan memiliki sarana prasarana APAR dan punya pemahaman tentang pencegahan kebakaran," ucap Amin. (ton)
Editor : Jelo Sangaji