Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cintai Rinjani seperti Rumah Sendiri, Deri Tak Rela Gunung Dipenuhi Sampah

Hamdani Wathoni • Rabu, 6 Agustus 2025 | 10:30 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Muhammad Deri, tour guide pendakian Rinjani juga tergabung dalam Trashbag Community.
PEDULI LINGKUNGAN: Muhammad Deri, tour guide pendakian Rinjani juga tergabung dalam Trashbag Community.

LombokPost - Di balik megahnya Gunung Rinjani yang menjulang 3.726 mdpl, terselip sosok muda yang pantang menyerah menjaga keasrian alam. Namanya Muhammad Deri, tour guide Rinjani yang menjadi favorit pendaki nusantara.

Di kalangan para penakluk Rinjani, namanya semakin akrab terdengar terutama lewat julukan unik, Pendekar Seruput atau Calderi Rinjani. Julukan itu muncul bukan tanpa alasan. Deri dikenal ramah, humoris, dan selalu menyeduh kopi di titik-titik strategis pendakian, sembari menebar semangat cinta lingkungan.

”Gunung ini rumah saya. Kalau rumah kita sendiri saja tak mau kotor, kenapa harus membiarkan Rinjani dipenuhi sampah,” tegasnya saat ditemui Lombok Post.

Deri jatuh cinta pada Rinjani sejak 2019. Satu kali mendaki, ia langsung terpikat. Kini, lebih dari 30 kali ia menapaki jalur-jalur menuju puncak gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia itu. Mulai dari Sembalun, Aik Berik, Timbanuh, hingga Torean. Setiap tikungan, tanjakan, dan sumber air ia hafal di luar kepala.

”Siapa yang pernah naik Rinjani, pasti akan candu dan ketagihan. Tapi kecanduan ini harus bertanggung jawab. Jangan biarkan pesona gunung rusak karena ulah manusia,” kata Deri.

Lebih dari sekadar guide, Deri juga aktif dalam komunitas relawan lingkungan Trashbag Community. Ia rutin bergabung dalam aksi bersih-bersih gunung, memungut sampah yang ditinggal para pendaki, terutama plastik dan sisa logistik. ”Kadang miris. Mereka datang untuk menikmati keindahan, tapi malah meninggalkan jejak kerusakan,” keluhnya.

Deri juga vokal mendorong pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) agar memperketat SOP pendakian. ”Pencatatan pendaki itu jangan formalitas. Jalur Sembalun misalnya, harus ada penambahan petugas untuk mengurai antrean dan memeriksa perlengkapan serta kesadaran membawa turun sampah,” sarannya.

Di setiap pendakian yang ia pandu, Deri selalu menyisipkan edukasi lingkungan. Ia menegaskan bahwa pendakian bukan soal menaklukkan alam, melainkan menyatu dan menjaga keseimbangannya. ”Gunung bukan tempat sampah. Ini adalah ruang suci yang harus kita hormati,” pungkasnya.

Dalam dirinya, cinta pada Rinjani bukan sekadar lisan, tapi diwujudkan dalam aksi nyata. Bagi Deri, menjaga gunung sama pentingnya dengan menjaga harga diri. Sebab ketika kita mencintai alam seperti rumah sendiri, maka tak ada alasan untuk mengotorinya. (*/r8)

Editor : Jelo Sangaji
#trekking #rinjani #tour guide #rinjani 100 #Lombok