Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Percepatan Koperasi Merah Putih, Pemkab Lombok Barat Diminta Siapkan Lahan untuk Gudang

Hamdani Wathoni • Kamis, 6 November 2025 | 06:20 WIB
RAPAT KOORDINASI: Sejumlah kepala desa hingga pengurus koperasi merah putih memgikuti rapat koordinasi percepatan pembentukan koperasi merah putih di Hotel Jayakarta, Senin (3/11).
RAPAT KOORDINASI: Sejumlah kepala desa hingga pengurus koperasi merah putih memgikuti rapat koordinasi percepatan pembentukan koperasi merah putih di Hotel Jayakarta, Senin (3/11).

LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) diminta segera menyiapkan lahan untuk mendukung program nasional Percepatan Pembangunan Fisik Gerai atau Gudang Koperasi Merah Putih (KMP).

Program ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025, yang menugaskan pemerintah daerah menyediakan lahan siap bangun sebagai bagian dari upaya mempercepat penguatan ekonomi desa berbasis koperasi.

"Tugas pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan atau tanah dari Barang Milik Daerah (BMD) maupun aset desa yang siap bangun. Pembiayaan dan pembangunan fisik menjadi ranah pusat," jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Barat Baiq Mustika Dwi Adni usai mengikuti Rapat Koordinasi Penguatan Koperasi Desa Merah Putih, di Hotel Jayakarta, Senin (3/11).

Dia menjelaskan bahwa program ini merupakan proyek strategis nasional dan mekanisme pembiayaannya ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Baiq Mustika menyebut, sesuai ketentuan Inpres, lahan minimal yang dibutuhkan adalah 1.000 meter persegi (10 are).

Namun, melihat kondisi ketersediaan tanah di lapangan, usulan yang berkembang sekitar 7–8 are, untuk memberi ruang tambahan bagi area parkir dan fasilitas pendukung lainnya. "Yang penting lahannya benar-benar siap bangun, tidak butuh urukan besar atau pekerjaan tambahan," terangnya.

Menurutnya, pembangunan fisik gerai dan gudang KMP akan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat (AD), bekerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai mitra di tingkat pusat. Saat ini, pihaknya sedang melakukan inventarisasi dan verifikasi lahan dari usulan-usulan koperasi desa (Kopdes) di berbagai wilayah Lombok Barat.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini atau yang karib disapa LAZ memapaekan jika Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional pemerintah pusat. "Karena itu, seluruh elemen harus bersinergi agar pelaksanaannya berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat desa," ujarnya.

Menurutnya, penguatan koperasi desa menjadi kunci dalam mempercepat perputaran ekonomi di pedesaan, menciptakan lapangan kerja baru, dan menekan angka pengangguran. "Koperasi ini bukan sekadar wadah ekonomi, tapi solusi strategis untuk menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat desa," tambahnya.

Bupati LAZ menekankan pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional dan berorientasi bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada besar kecilnya modal, tetapi pada etos kerja, kemampuan membaca pasar, dan semangat kolaborasi lintas sektor.

"Saya tidak ingin Koperasi Merah Putih hanya tinggal nama. Harus ada implementasi nyata di lapangan agar benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya. Bupati LAZ optimistis, keberadaan Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

"Dengan kerja nyata dan semangat gotong royong, kita wujudkan masyarakat Lombok Barat yang maju, mandiri, dan sejahtera dari desa," pungkasnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#Lombok Barat #Koperasi Desa Merah Putih #KDMP #NTB