LombokPost – Pemerintah Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat mulai membangun kandang ayam petelur sebagai langkah memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes).
Upaya tersebut dilakukan di tengah menurunnya alokasi dana desa yang diterima pemerintah desa beberapa tahun terakhir.
"Kami ambil usaha ini supaya ada keuntungan untuk desa. Dana desa sekarang sudah tidak seperti dulu, sekarang kita cuma masih dana Rp 300 juta," ujar Kepala Desa Cendi Manik H Mahdi.
Dia mengatakan pemerintah desa harus mencari terobosan baru agar program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan.
Salah satu langkah yang dipilih adalah membangun unit usaha desa berbasis peternakan ayam petelur.
Mahdi yang akrab disapa KDM itu beberapa kali turun langsung memantau proses pembangunan bersama warga.
Ia bahkan berdiri di atas kerangka kandang kayu yang sedang dikerjakan pekerja untuk mengecek ketahanan dan kualitas kandang ayam.
Baca Juga: Kades PAW Desa Cendi Manik Resmi Dilantik, Mahdi Tancap Gas Tata Desa dan Berdayakan Petani Garam
Menurutnya, usaha ayam petelur dipilih karena memiliki prospek pasar yang cukup stabil.
Telur menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari sehingga dinilai memiliki peluang usaha yang menjanjikan.
Selain itu, usaha tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
"Ayam petelur ini langkah untuk mendapatkan penghasilan desa," tegasnya.
Ia menjelaskan, selama ini desa masih sangat bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Padahal, kebutuhan pembangunan desa terus meningkat. Karena itu, pemerintah desa mulai mendorong pembentukan usaha produktif yang dapat menjadi sumber pemasukan jangka panjang.
Saat ini pembangunan kandang masih berada pada tahap pondasi dan pemasangan kerangka utama.
Pemerintah desa menargetkan kandang dapat segera rampung sehingga bibit ayam petelur bisa mulai didatangkan dalam beberapa bulan mendatang.
Nantinya, hasil penjualan telur akan masuk sebagai PADes dan digunakan kembali untuk mendukung berbagai program desa.
Pemerintah desa juga berkomitmen mengelola usaha tersebut secara terbuka dan transparan.
Baca Juga: Petani Garam Desa Cendi Manik, Sekotong Terjebak Kemarau Basah dan Keterbatasan Modal
"Laporan keuangan usaha nanti akan disampaikan rutin melalui musyawarah desa," katanya.
Warga menyambut positif pembangunan usaha desa tersebut.
Selain memberikan tambahan pekerjaan selama proses pembangunan berlangsung, warga berharap usaha ayam petelur itu bisa berkembang dan memberi manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Pemdes Cendi Manik optimistis usaha ayam petelur dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru desa sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran desa.
Editor : Kimda Farida