LombokPost – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Barat kembali menghadapi kendala. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara penyaluran makanan ke sekolah-sekolah akibat persoalan pendanaan.
Salah satu dapur MBG yang menghentikan operasional sementara adalah SPPG di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung.
Sejak Rabu (10/6), dapur tersebut tidak lagi menyalurkan makanan kepada ribuan penerima manfaat yang selama ini dilayani.
Pemilik SPPG Kebon Ayu, Endra Hermawan, membenarkan penghentian sementara program tersebut.
Menurutnya, langkah itu diambil karena pihak pengelola tidak diperkenankan menalangi biaya operasional sambil menunggu pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Betul, kami berhenti sementara karena persoalan dana. Dananya ada, tapi kami tidak boleh menalangi,” ujarnya.
Endra menjelaskan, saldo yang saat ini tersedia di rekening SPPG miliknya sekitar Rp 50 juta.
Jumlah tersebut dinilai tidak cukup untuk menopang kebutuhan operasional harian program MBG.
Baca Juga: Desak Pemerintah Moratorium MBG, Koalisi MBG Watch Geruduk BGN
Dalam sehari, SPPG Kebon Ayu membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 juta untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi kepada sekitar 2.100 penerima manfaat yang tersebar di sejumlah sekolah.
Dengan kondisi tersebut, pengelola memilih menghentikan sementara penyaluran dibanding harus menghadapi risiko kekurangan biaya operasional di tengah pelaksanaan program.
“Daripada mengkhawatirkan, kami diminta menunggu dana dari BGN masuk,” katanya.
Meski demikian, Endra memastikan dana untuk pelaksanaan program MBG sebenarnya telah tersedia.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, dana untuk penyaluran MBG di wilayah tiga provinsi, termasuk Nusa Tenggara Barat, sudah tersimpan di perbankan dan tinggal menunggu proses distribusi.
Ia menyebut total dana yang telah disiapkan mencapai sekitar Rp 650 miliar. Informasi tersebut bahkan sudah dapat dipantau melalui akun yang dimiliki pihak pengelola SPPG.
Baca Juga: Reformasi BGN dan MBG
“Sudah bisa kita lihat di akun. Dalam waktu dekat diminta menunggu masa transisi pengganti pengurus BGN untuk segera didistribusikan,” paparnya.
Penghentian sementara penyaluran MBG ini diharapkan tidak berlangsung lama. Para pengelola SPPG menunggu pencairan dana dari BGN agar layanan makanan bergizi bagi ribuan siswa dapat kembali berjalan normal.
Pasalnya, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda.
Editor : Kimda Farida