Tidak menutup kemungkinan bakal muncul tersangka lain dalam kasus tersebut. ”Bisa, memungkinkan ada tersangka lain dalam kasus ini,” kata Kasi Intelijen Kejari Lotim Lalu Mohammad Rasyidi, Senin (15/8).
Dengan catatan ada bukti lain yang mengarah ke orang lain. Sehingga untuk membidik tersangka lain dalam kasus tersebut perlu pendalaman lagi. “Makanya kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi lagi dan pemeriksaan tersangka nantinya,” ujarnya.
Dalam kasus tersebut, tiga tersangka menjalani peran berbeda. S bertindak sebagai orang yang menyuruh tersangka AM membentuk UPJA sebagai dasar penerbitan CPCL atau sebagai calon penerima Alsintan.
Pembentukan CPCL dibantu diterbitkan oleh Z melalui mekanisme verifikasi. Jadi, “UPJA yang dibuat AM atas suruhan S hanya sebagai formalitas saja,” bebernya.
Setelah penerima mendapatkan Alsintan, malah tidak dimanfaatkan dan ada beberapa Alsintan tidak diberikan ke penerima. “Jadi soal kasus ini yang kita dalami bukan soal pengadaannya. Melainkan barang (Alsintan ini dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” bebernya.
Beberapa Alsintan yang seharusnya diterima penerima malah dijual ke orang lain. Dari modus yang dijalankan itu memunculkan kerugian negara. ”Hasil perhitungan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) kerugian negaranya mencapai Rp 3,8 miliar,” kata dia.
Dari adanya penjualan Alsintan itu berpotensi memunculkan tersangka lain. Karena, perlu didalami kemana saja mengalir uang hasil penjualan Alsintan tersebut. ”Kita harus dalami. Unutk menentukan tersangka minimal sudah ada dua bukti yang cukup,” kata dia.
Diketahui, Proyek penyaluran bantuan alsintan melalui Dinas Pertanian Lotim ini bersumber dari Bantuan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Pada Kementrian Pertanian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018. Dalam pengadaan, pemerintah menyalurkan bantuan dalam bentuk alsintan untuk petani yang terdaftar dalam dua UPJA di wilayah Lotim.
Bantuan alsintan itu berupa traktor roda 4 sebanyak 5 unit, Traktor roda dua sebanyak 60 unit, pompa air berdiameter 3 inci sebanyak 121 unit, pompa air irigasi sebanyak 29 unit, dan handsprayer sebanyak 250 unit. ”Tunggu saja hasil pengembangannya,” kata dia. (arl/r1) Editor : Administrator