Razia ini sengaja digelar pihak Lapas untuk memastikan komitmen nol penggunaan handphone, pungli, dan narkoba (Zero Halinar).
“Selain razia kamar hunian, tim gabungan juga melakukan tes urine warga binaan,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Lobar M Fadli.
Razia diawali dengan Apel Siaga 3+1 Berantas Halinar di halaman lapas. Petugas kemudian langsung bergerak menggeledah kamar warga binaan.
“Selain penggeledahan blok hunian warga binaan, kami juga melakukan tes urine secara random ke 30 sample warga binaan,” kata Fadli.
Kegiatan menyasar seluruh blok hunian. Mulai dari Blok Mandalika, Rinjani, Tambora, hingga Blok Selaparang.
Fadli merinci dalam razia gabungan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, petugas tidak menemukan adanya handphone dan narkotika.
Mereka hanya menemukan beberapa barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Alhamdulillah kami tidak menemukannya (handphone dan narkoba), yang dites urine juga semua hasilnya negatif,” ucap mantan kalapas Sumbawa tersebut.
Sehingga Fadli pun memastikan Lapas Kelas IIA Lobar masih steril.
Meskipun banyak informasi yang beredar menyebutkan banyak warga binaan yang menggunakan handphone di dalam lapas.
Maka razia dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan Lapas Zero Halinar.
Fadli juga menyampaikan terima kasihnya atas sinergitas Lapas dan TNI-Polri serta BNN yang selama ini tetap mendukung Lapas dalam mewujudkan Lapas yang bersih dari Narkotika (Bersinar).
Kerja sama ini diharapkan terus berlanjut ke depannya.
“Apresiasi setinggi-tingginya dari kami kepada TNI-Polri dan BNN yang terus berkomitmen bersama-sama mewujudkan Lapas Bersinar,” pungkasnya. (ton/r1)
Editor : Marthadi