LombokPost-Foto pria mengalami luka parah beredar di media sosial.
Foto itu disertai keterangan korban terluka diduga akibat begal di jalur bypass Mandalika, Lombok Tengah.
Namun faktanya, foto itu bukan korban begal. Melainkan korban kecelakaan di bypass Mandalika, Dusun Abe, Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
“Kapolsek Pujut dan anggota sudah melakukan pengecekan, itu korban lakalantas yang awalnya diduga korban curas (pencurian dengan kekerasan),” jelas Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat, Rabu (30/7.
Korban diketahui bernama M Eid El Yasin, 19 tahun dan rekannya Hamzalah, 26 tahun. Mereka melintas di bypass Mandalika sekitar pukul 19.30 Wita, Senin (29/7).
Dua warga Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, ini baru saja pulang bersama saksi Ilham Wirahadi setelah mengonsumsi miras di Desa Teruwai.
Korban M Eid El Yasin pulang duluan berboncengan dengan Hamzalah menggunakan sepeda motor Honda Supra X125 dengan kondisi mabuk berat.
Sedangkan saksi Ilham menyusulnya dari belakang.
Sekitar pukul 19.30 Wita Ilham menemukan temannya Yasin sudah tergeletak di jalan raya dengan kondisi terdapat luka robek di bagian lengan kiri.
Karena luka parah, Ilham langsung membawa korban ke Puskesmas Penujak dibantu pengendara yang melintas.
Dia juga meminta bantuan warga menghubungi kepolisian karena mengira rekannya korban begal. Mengingat, sepeda motor korban tidak ada di lokasi serta melihat luka yang ada di lengan korban.
Tak lama berselang, anggota Polsek Pujut mendatangi TKP. Setelah itu menuju Puskesmas Penujak untuk mengecek kondisi korban Yasin.
Setiba di sana, Yasin menyampaikan bahwa dirinya bukan korban begal.
Kepada polisi, dia mengaku menabrak pembatas jalan bypass Mandalika. Sehingga dia terpental dari sepeda motor dan tidak sadarkan diri.
Sementara Hamzalah dirawat di Puskesmas Batujai. Kapolsek Pujut Iptu R Kalimantan Jaya langsung mengecek korban ke puskesmas. Hamzalah pun membenarkan dirinya bersama Yasin mengalami kecelakaan di jalan Bypass Mandalika.
“Itu sesuai pengakuan korban,” jelas kapolres.
Kendaraan yang diduga hilang dibawa Hamzalah. Dia tidak menyadari rekannya masih tergeletak. “Setelah kami telusuri, kedua korban ini merupakan warga Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat,” tambah Kapolsek Pujut Iptu R Kalimantan Jaya.
Dia juga meluruskan informasi yang menyebutkan keduanya korban begal.
“Itu tidak benar, tadi malam (kemarin) kami langsung ke TKP untuk melakukan pengecekan. Kemudian kami langsung ke Puskesmas Penujak dan Batujai tempat korban dirawat, hasil keterangan dari kedua korban kejadian tersebut murni kecelakaan tunggal, bukan karena dibegal, “ terang kapolsek.
Untuk luka robek di bagian lengan kiri korban itu, menurut dia, akibat benturan besi pembatas jalan. Karena saat ke TKP petugas menemukan bercak darah di besi pembatas jalan.
”Saya imbau agar masyarakat tetap memperhatikan keselamatan saat berkendara dan guna mencegah terjadinya fatalitas kecelakaan,” ujar dia. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida