LombokPost - Terduga bandar narkoba berinisial W meregang nyawa, Rabu (9/7).
Dia ditembak petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB saat hendak melarikan diri di rumahnya di Sekotong, Lombok Barat (Lobar).
Awalnya, BNN NTB berupaya melakukan penangkapan atas laporan masyarakat.
Baca Juga: Digerebek BNN NTB, Kabur, Bandar Sabu Sekotong Tewas Ditembak
“Pelaku ini saat kita tangkap berupaya kabur dengan memanjat tembok belakang rumahnya,” kata Kabid Berantas dan Intelijen BNN NTB Kombes Pol I Gede Suyasa usai penangkapan.
Terduga bandar narkoba W kerap melakukan transaksi narkoba sekaligus menyediakan tempat menggunakan narkoba.
”Masyarakat resah dan melaporkan ke kami,” ujarnya.
Tim BNN NTB menggerebek rumah W. Saat digerebek W berhasil kabur.
“Kami berikan tembakan peringatan. Kami juga arahkan penembakan ke kaki bandar narkoba,” ujarnya.
Baca Juga: Polda NTB Amankan Sabu 8,6 Kilogram Selama Empat Bulan, Bumi Gora Jadi Bidikan Para Bandar Narkoba
Pelaku W berhasil kabur dengan membawa barang bukti berupa tas selempang berwarna hitam.
”Meski kabur, kami tetap menggeledah rumah W. Kami temukan barang bukti berupa bong sabu,” kata dia.
Usai penggeledahan, tim BNN NTB kembali ke kantor.
Tidak lama kemudian, ada masyarakat menelpon.
”Kami dikabarkan bahwa W sedang bersembunyi di kamar mandi salah satu rumah di Sekotong. Jaraknya hanya satu kilometer dari rumahnya yang kami gerebek,” terangnya.
Tim pun langsung kembali berangkat menuju rumah yang dijadikan tempat persembunyiannya W.
Saat sampai di lokasi, W ternyata tergeletak di kamar mandi. Tim BNN juga menemukan barang bukti sabu di dalam tas selempang seberat 12 gram.
”Kondisinya cukup parah. Ada luka-luka di bagian kepala. Mungkin itu karena terjatuh saat melarikan diri,” ujarnya.
Setelah dicek, ternyata bagian pinggang kanannya terkena peluru. Hingga terjadi pendarahaan pada W.
”Kami coba untuk memberikan pertolongan. Tetapi, tidak bisa kami selamatkan,” ujarnya.
Ketika dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, pelaku W sudah dinyatakan meninggal.
”Jenazahnya, sudah dikembalikan ke keluarga korban untuk dimakamkan,” ujarnya. (arl/r5)
Editor : Kimda Farida