LombokPost – Pascabanjir Kota Mataram dan bersamaan dengannya, ancaman banjir kian nyata.
Namun, tak hanya genangan air yang menjadi momok, bahaya kesehatan pascabanjir seringkali luput dari perhatian.
Padahal, kondisi lingkungan yang kotor dan menurunnya daya tahan tubuh saat musim hujan membuat kita sangat rentan terhadap berbagai penyakit.
Baca Juga: Banjir Mataram Rendam Motor Matic, Jangan Panik, Ini Jurus Jitu Selamatkan Skutik Kesayangan
Dikutip dari Alodokter harus waspada penurunan daya tahan tubuh dan serangan penyakit.
Saat curah hujan tinggi, suhu udara dan kelembapan berubah drastis, menyebabkan daya tahan tubuh cenderung melemah.
Jika ditambah dengan paparan banjir, risiko terserang penyakit kian meningkat.
Air yang kotor dan lingkungan yang tercemar menjadi sarang empuk bagi kuman penyebab penyakit.
Beberapa penyakit yang kerap mengintai saat dan setelah banjir.
Penyakit Pencernaan, diare dan kolera menjadi ancaman serius akibat kontaminasi air bersih. Pastikan air yang dikonsumsi terjamin kebersihannya.
Penyakit Akibat Vektor, demam berdarah dan malaria, ditularkan oleh nyamuk yang berkembang biak di genangan air, menjadi sangat endemik pasca-banjir.
Leptospirosis, "Demam banjir" ini disebabkan bakteri Leptospira yang masuk melalui luka atau selaput lendir saat kontak dengan air atau tanah terkontaminasi.
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), kondisi lembap dan dingin dapat memicu infeksi pada saluran pernapasan.
Penyakit Kulit. kontak lama dengan air kotor dan lembap memicu berbagai masalah kulit seperti gatal-gatal dan infeksi.
Penyakit Kronis Memburuk, penurunan daya tahan tubuh dan stres selama bencana bisa memperparah kondisi penderita penyakit kronis.
Kunci Keselamatan, persiapan Matang Sebelum, Saat, dan Setelah Banjir.
Mengutip panduan dari Alodokter, persiapan yang komprehensif adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta keluarga.
Sebelum banjir terjadi harus disikapi dan dimulai diperhatikan.
Siapkan Tas Darurat, tas berisi air mineral, makanan instan, perlengkapan mandi, pakaian ganti, senter, selimut, obat-obatan pribadi, dan dokumen penting harus selalu siap sedia untuk evakuasi.
Amankan Perabot, masukkan perabot atau peralatan luar rumah ke dalam untuk mencegah hanyut atau menghalangi jalur evakuasi.
Perkuat Imunitas Tubuh, konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama buah dan sayur, untuk menjaga daya tahan tubuh. Pastikan buah dan sayur dicuci bersih sebelum dikonsumsi.
Gunakan Air Bersih. hindari mengonsumsi atau menggunakan air sumur/ledeng yang keruh atau berbau untuk minum, mandi, atau mencuci. Gunakan air yang terjamin kebersihannya untuk mencegah infeksi.
Saat Terjadi Banjir juga harus disikapi.
Hindari Kontak Langsung dengan Listrik, sangat berbahaya jika ada bagian rumah yang terendam air.
Jangan Terobos Genangan, hindari berkendara menembus genangan air setinggi 15 cm atau lebih karena berisiko hilang kendali.
Prioritaskan Air Minum Aman, konsumsi air mineral botolan atau galon, terutama untuk bayi, anak-anak, dan lansia.
Gunakan Perlindungan Diri, kenakan sarung tangan dan sepatu bot karet saat harus beraktivitas di area tergenang untuk melindungi dari kuman, kotoran, dan gigitan hewan liar.
Jaga Kebersihan di Pengungsian, jika mengungsi, tetap jaga kebersihan diri dan lingkungan, cuci tangan rutin, serta hindari kontak dengan orang sakit.
Cegah Penularan Penyakit, jika sakit, tutup hidung dan mulut saat batuk/bersin, serta gunakan masker.
Setelah Banjir Surut harus diwaspadai dan mulai membersihkannya.
Bersihkan Rumah dengan Aman, gunakan sarung tangan dan sepatu bot karet saat membersihkan rumah dari lumpur dan sampah. Bersihkan lantai dan dinding dengan larutan pembersih/disinfektan (campuran 1 cangkir klorin dengan 5 galon air).
Buang Barang Rusak, singkirkan perabot rumah tangga seperti kasur, bantal, guling, atau karpet yang sudah rusak dan tidak mungkin dibersihkan.
Waspada Hewan Liar, berhati-hatilah saat membersihkan, karena ular atau hewan liar lain mungkin masuk ke dalam rumah selama banjir.
Lindungi Diri dari Nyamuk, gunakan kelambu saat tidur, terutama di daerah rawan demam berdarah dan malaria.
Pastikan Air Konsumsi Aman, masak air hingga matang sebelum dikonsumsi, karena sumber air tanah mungkin sudah terkontaminasi.
Pertimbangkan Vaksinasi Tambahan, disarankan melakukan vaksinasi tambahan untuk influenza, demam tifoid, dan rotavirus (khusus bayi kurang dari 6 bulan).
Segera Periksa Kesehatan, jika muncul gejala demam tinggi, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tubuh, mata kuning, atau gangguan pencernaan setelah banjir, segera periksakan diri ke dokter.
Dengan kesadaran dan tindakan proaktif, risiko bahaya akibat banjir, baik dari kecelakaan maupun penyakit, dapat diminimalisir. Mari jadikan musim hujan sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Editor : Pujo Nugroho