LombokPost-Sebuah gagasan revolusioner dari seorang peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto, kini tengah menjadi perbincangan.
Ia mengusulkan bahwa mayoritas penyakit, sekitar 90 persen, tidak berasal dari pola makan atau fisik semata, melainkan dari kondisi pikiran dan emosi seseorang. Hanya 10 persen penyakit yang berkaitan dengan makanan.
Gagasan ini menekankan pentingnya menjaga sikap mental positif untuk mencapai kesehatan optimal.
Dr. Emoto percaya, individu yang mengalami gangguan mental cenderung mengonsumsi makanan tanpa pertimbangan, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan fisik.
Lebih lanjut, ia juga mengemukakan pentingnya mengendalikan pikiran negatif dan emosi yang tidak terkelola, karena dapat merugikan kesehatan. Sebagai contoh, kemarahan yang intens bisa menekan sistem kekebalan tubuh.
Meskipun karya Dr. Emoto ini menuai kritik karena dianggap kurang memiliki ketegasan ilmiah, idenya terus memicu perdebatan tentang hubungan kompleks antara pikiran, emosi, dan kesehatan fisik.
Editor : Akbar Sirinawa