Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kenali Gejala Virus Nipah, Terapkan Pola Hidup Sehat Dalam Pencegahannya!

Nurul Hidayati • Senin, 2 Februari 2026 | 12:09 WIB
Ilustrasi Virus Nipah
Ilustrasi Virus Nipah

Lombokost - Masyarakat global kembali diingatkan untuk waspada terhadap ancaman Virus Nipah (NiV).

Virus zoonosis yang pertama kali ditemukan di Malaysia pada tahun 1998 ini kembali menjadi perbincangan serius.

Dikarenakan potensinya memicu pandemi baru dengan tingkat kematian yang sangat tinggi, yakni mencapai 40 persen hingga 75 persen menurut data WHO.

Mengenal Si "Pembunuh" dari Kelelawar

Penyebab utama virus ini adalah kelelawar buah dari genus Pteropus (kalong).

Kelelawar ini bertindak sebagai reservoir alami yang membawa virus tanpa terlihat sakit, namun dapat menularkannya kepada hewan ternak seperti babi hingga langsung ke manusia.

Waspadai Jalur Penularannya!

Virus Nipah tidak hanya menular melalui kontak dengan hewan, tetapi juga melalui makanan dan antarmanusia.

Hewan ke Manusia: Kontak langsung dengan babi atau kelelawar yang terinfeksi.

Makanan Terkontaminasi: Mengonsumsi buah yang telah digigit kelelawar atau meminum nira kelapa mentah yang terpapar cairan tubuh kelelawar.

Manusia ke Manusia: Kontak erat dengan cairan tubuh penderita (darah, urin, atau air liur), terutama sering terjadi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan.

Gejala yang Mematikan: Dari Sesak Napas Hingga Radang Otak

Infeksi ini sangat berbahaya karena menyerang sistem pernapasan dan saraf pusat. Masa inkubasinya berkisar antara 4 hingga 14 hari. Penderita biasanya akan mengalami:

Gejala Awal: Demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot, hingga muntah.

Gangguan Paru: Batuk hebat dan pneumonia atipikal yang menyebabkan sesak napas.

Ensefalitis (Radang Otak): Ini adalah fase paling kritis. Pasien bisa mengalami kebingungan, kejang, hingga jatuh koma dalam waktu 24-48 jam.

Hanya Ada Perawatan Suportif, Belum Ada Vaksin!

Hingga detik ini, belum ada obat antivirus atau vaksin khusus yang disetujui untuk melawan Virus Nipah.

Penanganan medis saat ini hanya bersifat suportif, seperti pemberian cairan infus, bantuan ventilator bagi yang sesak napas, dan obat anti-kejang.

Diagnosa hanya bisa dipastikan melalui uji laboratorium ketat seperti RT-PCR dan ELISA.

Langkah Pencegahan: Kunci Keselamatan Anda

Mengingat belum adanya obat, pencegahan adalah harga mati. WHO dan ahli medis menyarankan jaga kesehatan mandiri.

Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Hindari mengonsumsi nira mentah atau buah yang tampak ada bekas gigitan hewan.

Gunakan APD (masker dan sarung tangan) jika berada di lingkungan berisiko.

Masak seluruh bahan makanan hingga benar-benar matang.

Segera hubungi tenaga medis atau dokter ahli jika Anda mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah berinteraksi dengan hewan atau bepergian ke wilayah terdampak. Penanganan dini adalah harapan terbaik untuk bertahan hidup dari ancaman mematikan ini.

Editor : Kimda Farida
#nipah #radang otak #hewan #virus #who