ALI ROJAI, Mataram
WARUNG Kamboja namanya. Warung ini cukup familiar di telinga kalangan PNS di Kota Mataram dan pegawai swasta lainnya. Bahkan warung ini tiap hari dijadikan sebagai tempat makan siang dengan beragam menu yang disajikan.
Sekilas warung yang beroperasi sekitar 8 tahun lalu terlihat cukup sederhana. Bangunan rumah disulap menjadi warung dengan berjajar meja dan kursi di beberapa titik.
Kendati demikian warung ini cukup ramai. Itu bisa dilihat dari sepeda motor dan mobil yang parkir di depan dan samping warung.
Belum lagi pesanan untuk dibawa pulang cukup ramai. Para pengunjung harus antre. Terutama pada siang hari, warung ini menjadi primadona sebagai tempat makan siang karena rasa hidangan yang cukup enak.
Selain itu, tidak membuat kantong bocor. “Untuk sarapan juga banyak yang datang ke sini,” kata Hensri Sintawati, pemilik Warung Kamboja.
Warung ini tidak seperti tempat makan pada umumnya. Pengunjung yang datang ke warung bisa mencicipi makanan dengan beragam menu yang disiapkan. Terutama lalapan ayam menjadi menu yang membuat pengunjung bisa ketagihan. Hidangan ayam dengan sambal mentah ditaburi jeruk limao dengan sepiring nasi menggugah selera makan.
“Kalau untuk lalapan ayam kita pakai sambal mentah,” ujar Sinta, sapaan karibnya.
Sedangkan untuk ayam geprek menggunakan sambal bawang yang digoreng.
Sinta meracik hidangan yang dipesan pengunjung dibantu suaminya. Sedangkan yang melayani pesanan pengunjung dibantu karyawan.
Pada hidangan lalapan ayam, lele, ikan, atau yang lainnya disajikan dengan sambal mentah. Karena menurutnya, sambal mentah sangat cocok untuk makanan yang digoreng. “Camilan tahu tempe juga kita hidangkan dengan sambal mentah,” tuturnya.
Ditengah pandemi Covid-19 warung Kamboja ini selalu ramai. Pengunjung yang datang silih berganti. Sinta menuturkan, pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun lalu tidak terlalu berpengaruh pada pelanggan yang datang. Warung yang dibuka bersama suaminya tetap ramai seperti biasanya.
“Hanya pas awal-awal pandemi itu saja kita sepi,” tutur perempuan berjilbab ini.
Pengunjung yang datang mencicipi hidangan dengan sambal mentah bukan hanya pegawai di kota ini atau swasta yang di sekitar wilayah warung. Melainkan banyak pengunjung dari luar yang datang kemari memesan atau makan di warung langsung. “Enak atau tidak itu kan pelanggan yang menilai,” ucapnya.
Lalapan ayam diracik Sinta ini memang beda dengan lalapan pada umumnya. Ayam yang digoreng agak kering dicampur sambal mentah menggugah selera makan. Ditambah lagi dengan hidangan tahu dan tempe yang digoreng dengan balutan tempung rasanya cukup renyah. “Saya sudah lama langganan di sini,” kata Hasim, seorang pengujung.
Hasim sering datang ke Warung Kamboja bersama teman-temannya. Setiap datang dia selalu memesan lalapan ayam dan seporsi tahu tempe.
“Tahu dan tempe dicolek sambal rasanya sangat nikmat,” ujarnya.
Menurutnya, gorengan tahu tempe yang dihidangkan dengan sambal mentah di Warung Kamboja rasanya lebih enak dibandingkan dengan yang disajikan di lesehan atau tempat makan lainnya. Tahu yang digoreng dengan balutan tepung ini cukup lembek. Tidak keras seperti tahu pada umumnya jika ditaburi tepung saat digoreng.
“Yang bikin ketagihan datang ke sini masakan yang kita pesan itu baru matang. Kalau di tempat lain kadang pesanan sudah digoreng kemarin yang dipanasin,” tukasnya. (*/r3)
Editor : Administrator