Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Gula Naik, Pemerintah Lacak Penyebabnya!

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 25 April 2024 | 09:55 WIB
TAKARAN: Seorang pedagang memasukan gula pasir dalam plastik.
TAKARAN: Seorang pedagang memasukan gula pasir dalam plastik.

LombokPost--Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memantau terjadi kenaikan pada harga gula pasir.

Kenaikan salah satu bahan pokok ini, mendapat perhatian mengantisipasi efek domino kenaikan pada bahan pokok lainnya.

“Hasil koordinasi terkini, memang ada pergerakan kenaikan harga,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Uun Pujianto, Rabu (24/4).

Uun mengatakan, tidak hanya harga yang naik.

Stok gula di pasaran juga terbatas sehingga harus dilakukan langkah antisipasi stok gula habis di pasaran.

“Harga sebelumnya Rp 16.500/kg, kemudian naik menjadi Rp 17.100/kg, tapi tidak hanya harga yang naik, stoknya juga menipis,” ucapnya.

Pihaknya telah membangun koordinasi dengan sejumlah distributor.

Hasilnya mereka juga menyampakan hal yang sama terjadi kenaikan dan stok yang berkurang.

“Harganya naik, barangnya juga tidak bisa ditunjukkan,” ucapnya.

Stok gula dalam jumlah banyak saat ini hanya dimiliki Bulog. Namun harga jualnya lebih mahal. “Rp 17.500/kg,” terangnya.

Saat ini tengah dilakukan pelacakan penyebab menipsinya stok gula di pasaran.

Mencegah kenaikan harga gula terus meningkat yang dapat memicu kenaikan harga bahan pokok yang lain.

Pihaknya enggan berspekulasi penyebab kenaikan harga ini.

“Belum tahu ya (apakah ada faktor penggunaan gula tinggi selama Ramadan) yang jelas kami akan turun bersama teman-teman memantau apa permasalahanya dan apa penyebab stok terbatas,” ucapnya.

Namun ia tak menampik, selama bulan Ramadan terjadi peningkatan pembelian gula.

“(Salah satunya) untuk parsel (lebaran),” ucapnya.

Uun meyakini, ketidakstabilan harga gula dan beberapa kebutuhan bahan pokok sebelumnya, bukan karena situasi politik.

Ia lebih percaya penyebabnya hanya karena hukum pasar.

“Ya karena permintaan. Nggak ada kaitannya (dengan politik). Saya kira ada pengaruh cuaca juga,” pungkasnya. (zad)

 

Editor : Kimda Farida
#harga #naik #Distributor #bulog #Mataram #Dinas Perdagangan #gula #Uun Pujianto