Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Destinasi Wisata Dibayangi Sampah, Pemkot Mataram : Setiap OPD Harus Bertanggung Jawab

Galih Mega Putra S • Rabu, 29 Mei 2024 | 13:55 WIB
HARUS DIJAGA: Masyarakat menjalani jogging di Taman Sangkreang, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. Kondisi Taman Sangkreang terlihat bersih dan nyaman untuk dikunjungi. (IVAN/LOMBOK POST)
HARUS DIJAGA: Masyarakat menjalani jogging di Taman Sangkreang, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. Kondisi Taman Sangkreang terlihat bersih dan nyaman untuk dikunjungi. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Sejumlah destinasi wisata masih dibayangi sampah.

Hal itu menjadi atensi Pemkot Mataram.

"Saya sudah minta setiap OPD untuk bertanggungjawab mengatasi sampah. Terutama di kawasan destinasi wisata," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.

Saat ini Kota Mataram terus mengembangkan destinasi wisata baru.

Seperti, di Taman Loang Balok, Taman Sangkreang, Teras Udayana, Giong Siu, dan RTH Pagutan.

"Kawasan tersebut mencerminkan wajah kota Mataram. Jadi harus bersih dari sampah," pintanya.

Kebersihan area publik juga perlu menjadi atensi. Sebab, itu representasi wajah Kota Mataram.

"Semua SKPD harus bisa menjaga kebersihan," tekannya.

Bukan hanya bertindak aktif dalam membersihkan sampah.

Tetapi juga turut memberikan sosialisasi ke masyarakat.

"Mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungannya," imbaunya.

Jika lingkungan bersih, masyarakat pun akan sehat. Untuk itu, perlu juga keterlibatan masyarakat dalam menangani sampah.

"Agar seluruh wajah Kota Mataram tetap bersih," ujarnya.

Tidak hanya itu, permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL) juga harus ditertibkan.

Jangan sampai merusak pandangan dan mengganggu fasilitas publik.

"Kalau ada seperti itu harus ditertibkan," tegasnya.

Banyak dijumpai PKL menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Mengganggu aktivitas masyarakat.

"Untuk menertibkan itu perlu mebgedepankan tindakan persuasif atau pendekatan. Memberikan pemahaman kepada pedagang agar tetap tertib dan mematuhi aturan saat berjualan," ujarnya.

PKL harus ditata secara sistematis. Supaya terlihat rapi.

"Jangan sampai terlihat kumuh. Itu merusak dan mengganggu keindahan kota," tegasnya.

Kebersihan area PKL juga perlu diperhatikan secara serius, terutama di spot destinasi wisata.

“Saya mengharapkan sinergi yang baik antar SKPD dalam menata PKL. Kita harus memastikan bahwa para pedagang bisa berjualan dengan nyaman tanpa mengganggu ketertiban umum. Kebersihan di area PKL juga harus tetap terjaga agar memberikan kesan yang positif bagi pengunjung,” tandasnya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#sampah #wisata #Mataram