Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tangani Sampah, Pemkot Mataram Bangun Bank Sampah Induk Terintegrasi

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:15 WIB
H Nizar Denny Cahyadi  (ZAD/LOMBOK POST)
H Nizar Denny Cahyadi (ZAD/LOMBOK POST)

LombokPost-Selain mengusahakan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Sandubaya dan Kebon Talo, upaya penanganan sampah di kota juga dengan membangun Bank Sampah Induk Terintegrasi.

Berbeda dengan TPST yang diorientasikan pada pengolahan sampah, Bank Sampah Induk Terintegrasi memperkuat penanganan sampah dari sisi pemilihan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi menyampaikan, konsep dari Bank Sampah Induk, akan diintegrasikan dengan keberadaan TPST Kebon Talo yang masih rencana dibangun.

“Makanya namanya Bank Sampah Induk Terintegrasi,” ucapnya, Rabu (12/6).

Dari sisi fungi, Bank Sampah Induk Terintegrasi ini menyerupai pemilahan sampah modern di TPST Sandubaya.

“Mirip-mirip dengan di TPST Sandubaya,” ucapnya.

Sebagai gambaran, Bank Sampah Induk Terintegrasi dianggarkan pembangunanya Rp 800 juta.

Sumber anggaran berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Denny mengatakan, bangunan dasar Bank Sampah sudah ada di kawasan Kebon Talo.

Bangunan itulah yang akan diperbesar untuk mensupport keberadaan TPST Kebon Talo yang akan dibangun.

“Saat ini (bangunan awal Bank Smapah) belum bisa kita maksimalkan, karena kita menunggu kepastian kapan akan dibangun TPST Kebon Talo,” paparnya.

Pengintegrasian Bank Sampah Induk dengan TPST Kebon Talo diharapkan dapat mewujudkan target 100 ton sampah terkelola setiap hari di kawasan tersebut.

Target pengolan sampah yang ambisius ini dapat terwujud apabila, sistem pemilihan, pengolahan, hingga pemusnahan bisa diintegrasikan dalam satu areal yang luas ditunjang fasilitas modern.

“Target kami adalah 100 ton/hari,” tegasnya.

Peningkatan status Bank Sampah menjadi Bank Sampah Induk Terintegrasi, disertai dengan peningkatan sumber daya manusia yang akan dilibatkan.

Begitu juga fasilitas pemilihan modern yang akan disiapkan.

Denny mengatakan, keberadaan Bank Sampah selama ini belum efektif dirasakan karena cakupan kerjanya masih kecil.

“Keterlibatan masyarakat belum luas. Selama ini yang terlibat baru pemulung smapah saja,” paparnya.

Bank Sampah Induk Terintegrasi ini akan dibangun lebih awal dibanding TPST Kebon Talo yang masih menunggu kepastian.

Denny menekankan diperlukan kesabaran sebelum melihat hasil akhir dari tiga proyek besar pengolalanan sampah di kota: TPST Sandubaya, TPST Kebon Talo, dan Bank Smapah Induk Terintegrasi.

“Sekarang sedang masuk tender, mungkin dua bulan lagi sudah mulai dikerjakan,” pungkasnya. (zad/r3)

Editor : Kimda Farida
#sampah #tpst #Mataram