Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Investasi Triwulan Pertama 2024 , Mataram Diguyur Rp 430,33 Miliar

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 19 Juni 2024 | 14:50 WIB
Megah: Salah satu Hotel di Kota Mataram yang memiliki nilai Investasi. (ivan/LombokPost)
Megah: Salah satu Hotel di Kota Mataram yang memiliki nilai Investasi. (ivan/LombokPost)

LombokPost-Dana pemodal yang masuk di Kota Mataram tahun 2024 untuk triwulan pertama menunjukkan tren positif.

Jika asumsi triwulan pertama dana pemodal yang harus masuk 25 persen dari target investasi, Mataram sukses mencatat realiasi mencapai 26,90 persen. 

Pertumbuhan positif disebabkan oleh sejumlah hal.

Salah satunya, suburnya investasi di sektor perdagangan dan reparasi yang mencatatkan masuknya dana pemodal sebesar Rp 187,33 miliar.

“Di triwulan pertama ini, sektor ini yang paling produktif,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram H Amiruddin, Selasa (18/6).

Di bawahnya dalam top 3 nilai investasi paling subur yakni sektor transportasi, gudang, dan komunikasi yang mencatatkan arus modal mencapai Rp 99,15 miliar.

Sedangkan sektor jasa lainnya sebesar Rp 94,44 miliar.

“Total nilai modal yang masuk ke ibu kota dalam tiriwulan pertama sebesar Rp 430,33 miliar,” terangnya.

Nilai modal ini terdistribusi dalam 293 proyek.

Proyek terbanyak di sektor perdagangan dan reparasi mencapai 95 proyek.

“Di urutan kedua ada jasa lainnya dengan 74 proyek, ketiga sektor hotel dan restoran dengan 33 proyek, selebihnya tersebar di sektor lain,” ucapnya.

Sekalipun tren sejumlah sektor mulai produktif dengan arus modal di triwulan pertama, terdapat beberapa sektor yang masih kosong.

Sektor itu antara lain, kehutanan; industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam; industri kimia dan farmasi; industri kertas dan percetakan; dan pertambangan. 

DPTMP mencatat, ratusan miliar modal yang masuk ke ibu kota telah menyerap 1.279 pekerja. “Semuanya kami pastikan tenaga kerja Indonesia, tidak ada yang asing,” tekannya.

Dalam hal tenaga kerja, sektor transportasi, Gudang, dan Komunikasi menyerap sebanyak 622 tenaga kerja.

Menyusul sektor perdagangan dan reprasi yang menyerap 598 tenaga kerja.

Selebihnya tenaga kerja terserap ke sektor lain.

“Memasuki triwulan kedua, akan ada tambahan arus modal yang lebih besar lagi masuk, tunggu saja informasinya,” ucap mantan kepala Bappeda Kota Mataram ini.

Ketua Komisi 2 Bidang Perekonomian DPRD Kota Mataram Herman mengatakan, investasi di ibu kota jangan hanya memberi karpet merah pada pemodal besar.

“Wilayah kota paling kecil dibanding daerah lain, sehingga ruang yang tersedia, harus dipastikan juga untuk pelaku usaha kecil kita. Jangan hanya pemodal besar saja,” ucapnya.

Herman mengatakan, industri kecil menengah terbukti memberikan daya tahan perekonomian daerah.

“Ketika terjadi krisis atau pandemi yang membatasi aktivitas warga seperti tahun 2019-2020 lalu, perekonomian daerah tetap terjaga karena ada UMKM-UMKM kita yang terus bergerak,” pungkasnya. (zad/r3)

 

Nilai Investasi di Kota Mataram sepanjang Triwulan I tahun 2024

 

Sektor                                                        Realisasi Investasi (Rp)

Listrik, Gas, dan Air                                      10,09 Miliar

Konstruksi                                                    8,81 Miliar

Perdagangan dan Reparasi                            187,33 Miliar

Hotel dan Restoran                                       10,59 Miliar

Transportasi, Gudang, dan Komunikasi           99,15 Miliar

Perumahan, Kawasan Industri                       137,9 Juta

Jasa Lainnya                                                94,44 Miliar

Perikanan                                                    1,54 Miliar

Industri Lainnya, Industri Makan                   18,21 Miliar

Total Investasi                                          430,33 Miliar

 

*) Sumber: Data Investasi DPMPTSP Kota Mataram

Editor : Kimda Farida
#investasi #Mataram #modal