Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Dirikan Tenda Darurat, Korban Banjir Rob Segera Dapat Bantuan dan Pemkot Masih Validasi Data

nur cahaya • Minggu, 29 Desember 2024 | 09:51 WIB

 

 

TERUS BERIKAN BANTUAN: Sejumlah petugas dari Pemkot Mataram membantu mendirikan tanggul untuk mengantisipasi banjir rob di Kampung Bugis, Ampenan, Mataram, beberapa waktu lalu.
TERUS BERIKAN BANTUAN: Sejumlah petugas dari Pemkot Mataram membantu mendirikan tanggul untuk mengantisipasi banjir rob di Kampung Bugis, Ampenan, Mataram, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost-Warga terdampak banjir rob sudah didata. Mereka bakal diberikan bantuan dari Pemkot Mataram.

"Mereka yang mendapatkan bantuan merupakan yang langsung terdampak secara fisik dan ekonomi," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan.

Yang terdampak bencana gelombang pasang itu ada di dua kecamatan. Yakni, di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela. "Masing-masing camat sudah mengajukan nama kepala keluarga yang terdampak," kata dia.

Dari pengajuan masing-masing camat itu total ada sebanyak 200 Kepala Keluarga yang diusulkan mendapatkan bantuan. Untuk memastikan itu, tim sudah turun ke lapangan. "Kami turun untuk melakukan validasi data," jelasnya.

Tujuannya, agar bantuan tersebut disalurkan tepat sasaran. Tidak bermasalah hukum di kemudian hari. "Setelah kami validasi dari 200 itu ada sebanyak 54 KK yang pantas mendapatkan bantuan," kata dia.

Rinciannya sebanyak 34 KK di Kampung Bugis Ampenan. Ditambah 20 KK di Mapak, Sekarbela.

Sebab yang bisa mendapatkan bantuan adalah yang langsung terdampak fisik dan ekonomi akibat dari banjir rob. Seperti, rumah rusak dan mereka yang terdampak tidak bisa beraktivitas memenuhi kebutuhan pokok. "Semua ada kriterianya," ujarnya.

Sementara itu, bantuan berupa sembako sudah disalurkan. Ketika bencana terjadi langsung didistribusikan. "Tujuannya untuk memberikan bantuan sementara," kata dia.

Ada juga nanti mereka bisa mendapatkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP). Per KK mendapatkan sebanyak 10 kilogram. "Semua sudah kita salurkan," ujarnya.

Untuk pemberian bantuan bagi rumah warga yang rusak perlu pendataan lagi. "Apakah nanti pemerintah akan memberikan bantuan atau tidak. Perlu pengusulan anggaran," bebernya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Irwan Rahadi mengatakan, potensi banjir rob masih bisa terjadi. Mengingat cuaca ekstrem masih terjadi. "Makanya kami bangunkan tenda darurat mengantisipasi banjir rob susulan," kata Irwan.

Tenda darurat itu disediakan untuk mengevakuasi para korban. Sehingga mendapatkan tempat pelayanan yang baik. "Kami dirikan di Bagek Kembar, Tanjung Karang Permai, Sekarbela," bebernya.

Pemantauan di lapangan terus dilakukan. Terutama di kawasan yang masuk zona merah banjir rob. "Tugas kami yang utama adalah menyelamatkan jiwa," kata dia.

Terkait dengan bantuan, diintervensi organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. Semua itu sudah dijalankan. "Para korban sudah mendapatkan bantuan secara bertahap," ucapnya. (arl/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Bantuan #dinsos #rob #Mataram #Banjir #Terdampak #Gelombang #Pasang