Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sering Diretas Sejak Nyatakan Perang Lawan Judol, Website Mataram Satu Data Kedaluwarsa?

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 3 Januari 2025 | 05:07 WIB

 

KEDALUWARSA: Sajian data dalam Mataram Satu Data masih menampilkan data tahun 2021.
KEDALUWARSA: Sajian data dalam Mataram Satu Data masih menampilkan data tahun 2021.
 

 

LombokPost-Salah satu website milik Pemkot Mataram yang menarik adalah Mataram Satu Data. Web ini beralamat di data.mataramkota.co.id.

Web ini diklaim sebagai big data yang menggambarkan Kota Mataram dalam angka. Bahkan Pemkot Mataram mempersilakan pelajar menggunakan data tersebut sebagai bahan penelitian.

Namun saat dikunjungi, data terupdate yang ditampilkan hanya sampai tahun 2021. Ke mana data tiga tahun terakhir?

“Iya kita memang menyiapkan sistem di mana kota memiliki web satu data yang bekerja sama dengan pusat data nasional,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram I Nyoman Suandiasa, mengawali penjelasannya tentang problem web tersebut, kemarin (1/1).

Kerja sama ini dapat membuat pemkot dan pemerintah pusat dapat melakukan tukar pakai data. “Atau dikenal juga dengan istilah interopabilitas,” terangnya.

Namun sejak pemerintah pusat menyatakan perang melawan Judi Online termasuk upaya beredel situsnya, serangan balik berupa peretasan dilakukan terhadap situs pemerintah. Suandi mengatakan, serangan ini kembali masif terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Perbaikan terus kita lakukan dalam satu dua kali seminggu, akibat serangan situs judi online,” ucapnya.

Langkah lainnya mengamankan data pemerintah yakni dengan upaya isolasi terhadap situs oleh pusat data nasional. “Karena itu web kita saat ini belum terindeks di google, padahal tadinya sudah centang biru,” paparnya.

Langkah isolasi data ini menurut Suandi mengakibatkan data yang tersaji di web saat diakses menampilkan data lama tahun 2021. “Itu yang membuat datanya tidak update,” terangnya.

Suandi mengatakan, kominfo secara rutin melakukan pengunggahan data ke web untuk menyajikan data terbaru dan yang telah terverifikasi. “Saat ini kami tengah memproses 1600 sheet data untuk diunggah ke web,” paparnya.

Web ini telah dibangun sejak tahun 2020. Dan terus diupdate sesuai perkembangan data pembangunan di Kota Mataram.

Web menyajikan sebanyak 21 kelompok data. Antara lain Pemerintahan; Infrastruktur; Keamanan; Kelautan dan Perikanan; Kepegawaian; Kepemudaan dan Olah Raga.

Kependudukan; Kesehatan; Keuangan; Lingkungan Hidup; Pangan; Pariwisata; Pemberdayaan Perempuan dan Anak; Pendidikan; Perpustakaan; Pertanahan; Pertanian; Sosial; Tenaga Kerja; dan Transportasi.

Suandi menekankan antara data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Mataram Satu Data yang dikelola kominfo, terdapat perbedaan. “Kalau BPS bertanggung jawab terhadap data dasar yang penggunaannya secara nasional tapi data yang dikelola kominfo adalah data sektoral,” pungkasnya. (zad/r3)

 

Editor : Rury Anjas Andita
#satu data #problem #website #angka #Pusat #Mataram #big data #bahan #sistem #Penelitian