Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sensasi Baru Ngopi Murah dan Praktis dari Kopi Keliling, Rasanya Tak Kalah Nikmat dengan Kopi di Kafe dan Mall 

Sanchia Vaneka • Selasa, 21 Januari 2025 | 09:18 WIB

 

BELI KOPI: Seorang penjual kopi keliling melayani pembelinya di wilayah Cakranegara, beberapa waktu lalu. 
BELI KOPI: Seorang penjual kopi keliling melayani pembelinya di wilayah Cakranegara, beberapa waktu lalu. 
 

Gaya hidup di Ibu Kota Mataram makin dinamis. Tren baru bermunculan, salah satunya kopi keliling. Gerobak-gerobak kopi membuka lapak di berbagai sudut kota, menawarkan sensasi ngopi yang unik dan praktis.

Mataram 

Pada pukul satu siang, saat terik matahari mulai terasa menyengat. Di tengah hiruk pikuk jalanan Kota Mataram, gerobak kopi keliling menjadi oase bagi para pengendara. 

Muhammad Desrial Fahroza atau Oca seorang mahasiswa Politeknik Pariwisata Lombok, telah menemukan cara unik untuk mengisi waktu cuti kuliahnya. Ia terjun ke bisnis kopi keliling yang saat ini sedang tren di Kota Mataram.

Setiap hari, mulai pukul 09.00 Wita hingga 17.30 Wita, Oca berkeliling kota dengan gerobaknya. Menawarkan segelas kopi dingin bagi para pekerja kantoran dan masyarakat sekitar.

”Biasanya siang, kopi saya sudah ludes terjual," ujar Oca. 

Dalam sehari, ia mampu menjual hingga 200 cup kopi. Rute berjualannya tak menentu. Terkadang Oca membuka lapak di depan Bank Danamon di wilayah Cakranegara. Terkadang ia mencari keramaian di sekitar Jalan Brawijaya, depan RSUD Provinsi, RS Ruslan Kota Mataram, dan pinggir jalan depan perkantoran di Kota Mataram. 

Menurut Oca, tren ini bukan tanpa alasan. Pertama, kopi keliling sangat fleksibel. Pengusaha kopi tidak perlu menyewa tempat yang besar dan mahal. Cukup dengan gerobak yang dilengkapi perlengkapan membuat kopi, mereka sudah bisa memulai bisnis.

Kedua, kopi keliling lebih mudah dijangkau konsumen. Pelanggan tidak perlu repot mencari kedai kopi, cukup menunggu gerobak kopi lewat. Ketiga, harganya pun relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan kedai kopi. 

”Orang-orang semakin menyukai kopi, tapi tidak semua orang punya waktu untuk pergi ke kedai kopi," ucapnya. 

Salah satu pelanggan Oca siang itu adalah Ahmad, seorang driver ojek online. ”Saya sering beli kopi di sini kalau lagi nunggu orderan," kata Ahmad sambil menyeruput kopinya. 

Ahmad menuturkan, harga kopi di gerobak kopi lebih murah. Selain itu, rasanya pun tak kalah nikmatnya dengan kopi-kopi jenama terkenal, yang ada di mall-mall. ”Harganya terjangkau, rasanya juga enak. Bikin semangat kerja lagi," tambahnya.

Ahmad mengaku bahwa kehadiran kopi keliling sangat membantu para pengemudi ojek online seperti dirinya. ”Kalau lagi ngantuk atau capek, tinggal beli kopi di sini. Jadi lebih semangat lagi nyari orderan," ujarnya. (SANCHIA VANEKA/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#keliling #sudut kota #tren #sensasi #BISNIS #kopi #pelanggan #fleksibel #Lapak #pengendara