Melalui program Training of Trainers (TOT), kampus pariwisata tertua di NTB ini menggandeng Programma Uitzending Managers (PUM) untuk memberikan peningkatan kapasitas pelatihan sumber daya manusia dan strategi pemasaran kampus.
Kegiatan berlangsung selama sepekan dan diikuti 26 peserta dari kalangan pejabat kampus, dosen, serta karyawan.
Baca Juga: Unram dan STP Mataram Dampingi Mitra Kelompok Tani, KWT, dan Pokdarwis melalui Program Kosabangsa
Bertempat di kampus STP Mataram, pelatihan menghadirkan Koenraad van Hasselt, ahli senior bidang manajemen sektor dan konsultasi penjualan dari PUM.
Ketua STP Mataram Halus Mandala mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama yang telah dibangun sejak 2018.
Pada tahun pertama PUM menghadirkan ahli terkait e-commerce, kemudian berlanjut pada tahun 2024 dengan mengirimkan ahli mengenai masakan kontinental.
Baca Juga: Mahasiswa Unram dan STP Mataram Juara Duta Bahasa NTB 2023
“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya sekedar kerja sama di atas kertas, tapi benar-benar memberi manfaat nyata,” katanya.
Menurut Halus, kegiatan ini merupakan bentuk penyegaran bagi civitas akademika.
Ia menilai, dalam dinamika dunia pendidikan, khususnya di sektor pariwisata, sangat mudah bagi tenaga pengajar maupun pengelola kampus terjebak pada situasi stagnan dan zona nyaman.
“Ini adalah upaya untuk menyegarkan diri. Kita membutuhkan semangat baru, pengalaman baru, dan wawasan baru dari ahli luar, terutama dalam hal sumber daya manusia dan pemasaran kampus,” ujarnya.
Baca Juga: Karena Pandemi, STP Mataram Tunda Magang ke Luar Negeri
Halus mengungkapkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi STP Mataram dalam menghadapi persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat.
Salah satu tantangan utamanya adalah menyesuaikan layanan dan kompetensi SDM dengan kebutuhan zaman, terutama dalam hal penguasaan informasi teknologi.
"Setelah pelatihan ini, kami ingin ada perubahan nyata dalam semangat melayani pelanggan. Mereka harus memiliki kemampuan baru yang lebih relevan dengan tuntutan masa kini," katanya.
Selain memberikan pelatihan internal, Koenraad juga dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional pariwisata.
Baca Juga: Seorang Warga Belanda Disumpah Jadi WNI, Kakanwil Kemenkumham NTB Pesan Jaga Semangat Nasionalisme
Seminar itu akan mengangkat tema besar mengenai perkembangan dan tantangan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat.
Selain pelatihan di ruang kelas, peserta TOT juga diajak mengunjungi kampus lain sebagai perbandingan, serta destinasi pariwisata di NTB.
Hal ini bertujuan agar peserta dan pakar memahami konteks riil dunia pariwisata lokal.
“Dengan begitu, materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita di lapangan,” kata Halus.
Ia berharap kerja sama dengan PUM bisa terus berlanjut setiap tahun, dengan menghadirkan berbagai pakar dari Belanda sesuai kebutuhan pengembangan kampus. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida