Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

INNALILLAHI! Mataram Berduka, Dua Jamaah Haji Wafat di Makkah

Nurul Hidayati • Kamis, 22 Mei 2025 | 14:47 WIB
WAFAT DI TANAH SUCI: Proses persiapan pemakaman oleh petugas haji atas meninggalnya salah satu jamaah haji kota Mataram.  Ada dua jamaah haji wafat asal Kota Mataram.
WAFAT DI TANAH SUCI: Proses persiapan pemakaman oleh petugas haji atas meninggalnya salah satu jamaah haji kota Mataram. Ada dua jamaah haji wafat asal Kota Mataram.

LombokPost - Sebanyak dua jamaah haji wafat asal Kota Mataram saat sedang menjalankan ibadah haji di Tana Suci Arab Saudi.

Adanya kematian dua orang jamaah ini maka ahli waris akan terima asuransi Rp 52 juta.

Dengan adanya dua jamaah haji wafat, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Kota Mataram Kasmi mengonfirmasi kebenaran wafatnya Sugianto Yoso Pawiro pada usia 69 tahun.

Selama tahun haji 2025 ini total sudah dua jamaah haji wafat asal Kota Mataram yang terdata.

Sebelumnya, pada Jumat 16 Mei lalu, jamaah bernama Marhamah binti Muhamad, 81 tahun, asal Lingkungan Sukaraja Timur Ampenan.

Ia juga meninggal dunia di Makkah setelah sempat dirawat intensif di rumah sakit.

"Sudah langsung dimakamkan di Makkah, dan akan dibadalkan hajinya," kata Kasmi.

Kasmi menjelaskan, setiap jamaah yang telah masuk ke asrama haji otomatis mendapatkan hak asuransi jika meninggal dunia, bahkan jika wafat di Asrama Haji sekalipun.

Ia menegaskan, pencairan asuransi akan dilakukan setelah proses haji selesai atau jamaah sudah pulang dari Tanah Suci.

Dana asuransi tersebut, dengan nilai sebesar Rp 52 juta, akan langsung masuk ke rekening jamaah yang wafat dan dapat diambil oleh ahli warisnya.

"Itu nanti masuk ke rekening jamaah yang meninggal dan diambil ahli warisnya," tandas Kasmi, memberikan kepastian kepada keluarga duka.

Kabar duka yang baru menyelimuti rombongan jamaah haji asal Kota Mataram di Tanah Suci.

Sugianto Yoso Pawiro, 69 tahun, seorang jamaah dari Kloter 3 Embarkasi Lombok, meninggal dunia di Hotel Diyar Al Shishah, Makkah, pada Rabu (21 Mei) pukul 07.12 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepergian almarhum mengejutkan banyak pihak, terutama para petugas dan sesama jamaah yang mengenalnya.

Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Mataram, Irwan Rahadi, menyatakan almarhum Sugianto dikenal sebagai sosok yang sangat bersemangat dalam beribadah, meskipun memiliki riwayat penyakit.

"Sampai kemarin siang masih bercanda-bercanda," tutur Irwan, yang mengaku terkejut atas kepergian mendadak ini.

Menurut Irwan, Sugianto wafat tak lama setelah menunaikan salat Subuh.

Semangat ibadah almarhum disebutnya sangat luar biasa meski kondisi fisiknya terbatas.

"Banyak riwayat penyakitnya. Tapi luar biasa semangat ibadahnya. InsyaAllah husnul khotimah," kenang Irwan penuh haru.

Jenazah Sugianto dalam penanganan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Makkah untuk proses pemulasaran langsung di hari yang sama dimakamkan.

Salat jenazah dilaksanakan di Masjidil Haram setelah waktu Asar, sebelum kemudian dimakamkan di Tanah Suci di lokasi yang sama dengan jamaah haji wafat lainnya.

 Kabar duka ini telah disampaikan kepada keluarga di Mataram, dan rumah duka di Rembiga mulai didatangi para pelayat untuk menyampaikan belasungkawa.

Photo
Photo

Seorang warga Rembiga Isa mengatakan almarhum sangat begitu bersemangat berolahraga beberapa bulan sebelum keberangkatannya ke tanah suci. 

Setiap hari almarhum terlihat berolahraga mengelilingi komplek perumahan dan sesekali bercanda dengan orang yang lewat di dekatnya saat berolahraga.

Saat capek almarhum terlihat suka duduk di tempat dudukan yang ada di sekitarnya tempat berolahraga.

"Bakal kangen dengan sosok mbah yang murah senyum itu," kata dia. (nur)

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #Haji #wafat #Asrama Haji #asuransi #jamaah