Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Senyum di Garis Depan Nala dan Dunia SPG yang Penuh Warna: Ladang Belajar, Bertumbuh, dan Melatih Mental

Lombok Post Online • Kamis, 26 Juni 2025 | 08:55 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

Kalau kamu pernah ditawari produk dengan senyum manis dan bahasa yang membuat mikir dua kali untuk nolak, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan Nala Audina.

Cewek 22 tahun asal Bertais, Mataram yang pandai menaklukkan hati konsumen.

---

NALA sudah malang melintang di dunia Sales Promotion Girl (SPG) lebih dari satu tahun. Dan percayalah, kerjaannya jauh lebih seru dari yang kebanyakan orang bayangkan.

“Kerja lapangan itu lebih asik, lebih hidup. Bisa ketemu orang baru tiap hari, ada aja kejadian lucu atau aneh yang bikin cerita,” katanya dengan tawa lepas, Rabu (25/6).

Lulusan SMKN 2 Mataram ini memulai kariernya sebagai SPG setelah sempat kerja di koperasi selama setahun.

Sekarang, dia sudah hafal medan—hingga titik terjauh yang ia jangkau yakni Sembalun, Lombok Timur.

Dari promosi minuman sampai rokok. Tapi jangan salah, di balik dandanan kece dan sikap ramah, Nala tahu betul cara menjaga sikap dan batas.

“Satu hari bisa ketemu yang super ramah, besoknya bisa ketemu yang nyebelin banget,” ujarnya sambil tersenyum.

Salah satu pengalaman yang dia ingat? “Pernah lagi nawarin rokok, eh malah digodain. Tapi ya udah biasa sih. Namanya juga kerja ketemu publik, harus pintar bawa diri,” katanya santai.

Baca Juga: Aktif Dengarkan Masukan Pelanggan dari Media Sosial, Promosi di TikTok Bisa Dapat Pendapatan Tembus Rp 8 Juta Setiap Hari

Meski begitu, justru dari situ Nala banyak belajar: bagaimana berkomunikasi, menahan emosi, dan yang paling penting—tetap tampil percaya diri di tengah keramaian.

“SPG itu bukan cuma soal cantik atau dandan rapi. Kita dituntut bisa ngomong, punya energi positif, dan tahan berdiri berjam-jam. Nggak gampang, tapi seru!” tuturnya.

Kerja keliling kota atau bahkan luar daerah jadi bonus tersendiri. “Pernah ke Sembalun. Awalnya canggung, apalagi kalau ketemu temen lama. Tapi lama-lama jadi kebiasaan. Malu lewat!” ucapnya.

Selain pengalaman kerja, Nala juga sering ketemu komunitas sesama SPG. “Kadang suka diajak arisan, ada yang bener, ada yang ending-nya malah drama,” katanya sambil tertawa. 

Nala Audina
Nala Audina

Menurutnya, dunia SPG itu ibarat arena latihan sosial. “Kita jadi tahu mana teman yang asik, mana yang suka bawa-bawa drama. Tapi dari situ juga belajar banyak,” tuturnya. 

Ditanya tentang jalinan asmaranya dengan menjadi SPG diakuinya penuh warna.  Pasangannya bisa sangat mengagumi penampilannya, tapi juga membuatnya deg-degan. 

“Wajar sih kalau ada pasangan yang cemburu,” kata Nala.

Tapi baginya ini soal pengertian dan komunikasi yang baik. “Tapi selama komunikasi jalan, nggak ada yang perlu dicurigain. Kita kerja, bukan cari perhatian,” tekannya.

Buat dia, kerja ini bukan sekadar cari penghasilan, tapi juga bikin dirinya makin pede dan mandiri.

“Sekarang udah nggak gampang grogi kalau ngomong. Bahkan kalau disuruh ngomong depan umum, gas saja,” ucapnya santai.

Meski masih muda, Nala udah punya pandangan matang soal kerja.

“Nggak semua orang bisa cocok di belakang meja. Aku justru seneng kerja yang dinamis, ketemu orang, bergerak,” jelasnya.

Dia tidak menutup kemungkinan untuk pindah bidang suatu hari nanti. Tapi untuk sekarang? “Aku menikmati prosesnya. Yang penting jujur, jaga sikap, dan punya tujuan,” ucapnya.

Dan kalau ada yang berpikir SPG itu cuma ‘pemanis’ di lorong supermarket, Nala dengan senyum tipis menjawab, “Coba aja sendiri sehari. Baru tahu rasanya,” ucapnya santai.  (LALU MOHAMMAD ZENUDIN, Mataram/r9).

Editor : Jelo Sangaji
#SPG #kerja #konsumen #lapangan #Lombok