Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kelangkaan Gas Melon Masih Terasa di Mataram, Harganya Tembus Rp 25 per Tabung

Lombok Post Online • Kamis, 26 Juni 2025 | 09:29 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
  

LombokPost – Pedagang kelontong di Karang Genteng, Mataram, kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi. Mereka sudah keliling ke kios-kios, namun stoknya kosong.

Bahkan di beberapa pangkalan informasinya langsung ludes.

 Baca Juga: Gas Melon Subsidi Langka di Lobar, Harganya Tembus 25 Ribu Rupiah

“Masih susah, harus tunggu beberapa hari baru datang,” tutur salah satu pemilik kios sembako, Rahim, Rabu (25/6).

Begitu pihak pangkalan datang membawa stok yang dipesan, tidak butuh waktu lama gas melon langsung habis. “Sehari dua hari langsung habis,” tuturnya.

Ia mengatakan, situasi yang sama juga dialami kios-kios kecil lainnya. Mereka kesulitan mendapatkan suplainya.

“Saya tidak stok banyak, hanya 26 tabung,” ungkapnya.

Iapun berharap situasi ini tidak berlarut lama.  “Ya kasihan juga pembeli yang datang, tapi ternyata stok sudah habis,” imbuhnya.

Sementara itu, pemerintah Kota Mataram bergerak cepat merespons keluhan warga soal kelangkaan elpiji subsidi ini.

Sejumlah langkah dikerahkan, mulai dari pengawasan distribusi hingga penertiban penyalahgunaan.

Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan gas melon hingga ke masyarakat miskin. “Gas melon itu subsidi, jadi harus sampai ke yang berhak,” tegas Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Martawang.

Langkah koordinatif terus dilakukan, termasuk dengan aparat penegak hukum dan Pertamina. Pemerintah tak tinggal diam melihat gejolak di lapangan.

Meski Pertamina telah melakukan ekstra droping sejak 13 Juni 2025, di beberapa titik pangkalan, stok elpiji 3 kilogram masih terbatas. Penyebab utamanya: permintaan yang melonjak dan distribusi yang telat.

PALING DICARI: Gas melon salah satu komoditas yang paling diburu masyarakat saat ini akibat jumlahnya yang terbatas. 
PALING DICARI: Gas melon salah satu komoditas yang paling diburu masyarakat saat ini akibat jumlahnya yang terbatas. 

“Kami lihat pasokan berkurang di sejumlah pangkalan,” ungkap Martawang.

Di tingkat pengecer, harga elpiji subsidi bahkan melonjak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Ada yang menjual hingga Rp22 ribu sampai Rp25 ribu per tabung.

“Ya kita akan tertibkan,” ucapnya.   

Sebagai respons cepat, Pemkot sudah mengirim surat ke Pertamina untuk melaksanakan operasi pasar elpiji. Targetnya jelas: menekan harga dan memastikan gas subsidi kembali terjangkau.

“Kami minta warga tidak panik. Pemerintah sedang bekerja keras mengatasi ini,” pungkas Martawang. (zad/r9)

Editor : Jelo Sangaji
#Kota Mataram #stok #gas #kosong #tabung