LombokPost – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, memulai layanan pemulihan trauma atau trauma healing bagi warga yang terdampak banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Mataram pada Minggu (6/7) lalu.
Ini harus diberikan mengingat bencana yang terjadi bisa sangat membekas.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, bangkit dari dampak negatif bencana yang memporak-porandakan sebagian wilayah kota.
"Alhamdulillah, mulai hari ini 70 dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mataram, termasuk para dokter spesialis, ikut turun tangan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan, Rabu (9/7).
Emirald menjelaskan, puluhan tenaga medis yang terlibat tidak hanya terdiri dari dokter umum, melainkan juga dokter spesialis seperti spesialis anak, syaraf, penyakit dalam, hingga spesialis jiwa.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan penanganan komprehensif bagi para korban banjir.
“Kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu anak-anak dan masyarakat yang terdampak banjir agar pulih dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh trauma tersebut, baik secara fisik maupun psikologis," tegasnya.
Ia menambahkan, upaya ini krusial untuk mengembalikan keseimbangan emosional warga, meningkatkan kemampuan adaptasi mereka, dan membantu mereka kembali menjalani kehidupan normal sehari-hari.
Pada hari pertama, kegiatan trauma healing difokuskan di Lingkungan Pamotan, Kecamatan Cakranegara.
Lokasi ini dipilih sebagai titik awal karena banyaknya warga terdampak di area tersebut. Tim kesehatan melakukan berbagai pendekatan, mulai dari membuka sesi konsultasi, mendengarkan keluh kesah warga, hingga bercerita dan bermain bersama anak-anak.
Pendekatan interaktif ini diharapkan mampu menciptakan suasana nyaman dan aman bagi para korban untuk mulai berbagi perasaan dan pengalaman mereka.
Mengingat terbatasnya jumlah dokter spesialis jiwa, dr. Emirald mengakui kegiatan trauma healing ini akan dilakukan secara bergantian di lokasi-lokasi terdampak lainnya.
Di samping layanan trauma healing, Emirald juga menyampaikan tim kesehatan pada hari ketiga pasca-banjir, terus melakukan pengecekan kesehatan warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan di tiga lokasi utama, yakni Pamotan, Kekalik, dan Posko Tanggap Darurat.
Untuk memastikan cakupan yang luas, tim kesehatan dibagi menjadi lima kelompok, dengan setiap kelompok beranggotakan antara 10 hingga 15 orang.
“Biar lebih efektif karena tentu banyak yang membutuhkan,” ucapnya.
Untuk mempercepat proses pemulihan trauma pada anak-anak dan masyarakat, Dinkes Kota Mataram juga melibatkan tim dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) NTB.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan memberikan dukungan psikologis yang lebih intensif.
"Kami berharap, kegiatan trauma healing ini bisa memotivasi masyarakat untuk bangkit dan meningkatkan kualitas hidup lebih baik lagi," harapnya. (chi/r9)
Editor : Pujo Nugroho