LombokPost – Pemerintah Kota Mataram terus memperkuat transparansi keuangan publik melalui digitalisasi layanan. Mulai Desember 2025, seluruh puskesmas di Kota Mataram akan menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sistem pembayaran resmi retribusi layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H. Emirald Isfihan, MARS., MH., CMC., FISQua, menegaskan langkah ini merupakan bentuk komitmen terhadap tata kelola keuangan yang akuntabel. “Dengan sistem digital, setiap transaksi tercatat otomatis dan bisa dipantau secara real-time,” katanya, Selasa (11/11).
Menurut Emirald, QRIS memastikan seluruh penerimaan langsung masuk ke kas daerah, tanpa celah penyimpangan. “Sistem ini menutup peluang kesalahan dan memperkuat kepercayaan publik,” ujarnya.
Kebijakan ini juga mendukung program nasional Gerakan Indonesia Nontunai yang digalakkan pemerintah pusat. “Kita ingin masyarakat terbiasa bertransaksi digital, termasuk di sektor layanan publik,” jelasnya.
Emirald menyebut, penerapan QRIS merupakan wujud nyata transformasi digital di bidang kesehatan. “Mataram ingin menjadi contoh kota pelayanan publik yang efisien, modern, dan transparan,” tambahnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mataram Baiq Ida Dini mengatakan, semua puskesmas telah siap dengan sarana pendukung. “Kami sudah lakukan pelatihan bagi petugas loket agar siap menghadapi perubahan sistem,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat hanya perlu memindai kode QR menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital. “Pembayaran langsung tercatat dan tersimpan otomatis, tanpa perlu antre uang tunai,” katanya.
Selain efisiensi, sistem ini juga mengurangi risiko uang palsu dan kehilangan. “Transaksi digital lebih aman, bersih, dan bisa dilacak kapan pun,” tegas Baiq Ida.
Penerapan QRIS di seluruh puskesmas diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat budaya transparansi. “Kami ingin seluruh alur keuangan bisa diaudit dengan mudah,” katanya.
Emirald menambahkan, transformasi digital adalah fondasi menuju pelayanan publik yang kredibel. “Dengan sistem ini, puskesmas Mataram tak hanya melayani kesehatan, tapi juga membangun kepercayaan,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin