Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jembatan Karang Kemong Kembali Kokoh, Aktivitas Warga Pulih Setelah Banjir Besar 2025

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 5 Januari 2026 | 12:09 WIB

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, didampingi Sekda Lalu Alwan Basri, Kepala Dinas PUPR Lale Widiahning dan sejumlah pejabat lainnya saat mengecek jembatan Karang Kemong.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, didampingi Sekda Lalu Alwan Basri, Kepala Dinas PUPR Lale Widiahning dan sejumlah pejabat lainnya saat mengecek jembatan Karang Kemong.


LombokPost
 — Setelah berbulan-bulan terputus akibat banjir, jembatan penghubung Lingkungan Karang Kemong akhirnya kembali berdiri kokoh. Kehadiran jembatan permanen ini menandai pulihnya akses vital warga, sekaligus menjadi simbol bangkitnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Hamdan, salah seorang warga Karang Kemong, masih mengingat jelas hari ketika banjir pada 6 Juli 2025 merusak jembatan lama. Sejak saat itu, aktivitas warga lumpuh.

Jalan menuju sekolah, pemakaman umum, hingga pusat ekonomi terpaksa ditempuh dengan memutar jauh. “Kami benar-benar merasakan dampaknya. Semua jadi lebih sulit,” kata Hamdan, Jumat (2/1).

Rasa cemas itu kini berganti syukur. Saat Wali Kota Mataram Mohan Roliskana meninjau jembatan permanen Karang Kemong yang telah rampung dibangun.

Baca Juga: Ketika Keputusan Wali Kota Mengubah Cara Seorang Guru Menatap Masa Depan: Fathul Tak Lagi Dibayangi Rasa Takut

Hamdan tak mampu menyembunyikan rasa harunya. “Terima kasih pak Wali Kota atas perhatian dan percepatan pembangunan jembatan di Karang Kemong,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan sementara yang lebih dulu dilakukan. Menurutnya, langkah tersebut sangat membantu agar aktivitas warga tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

“Dengan jembatan sementara itu, warga masih bisa beraktivitas sambil menunggu pembangunan permanen,” ujarnya.

Bagi warga Karang Kemong, jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik. Jembatan menjadi penghubung kehidupan sehari-hari anak-anak menuju sekolah, keluarga mengantar jenazah ke pemakaman umum, hingga pedagang kecil menjalankan usaha.

Baca Juga: Polisi Mediasi Dugaan Pungli di Pelabuhan Gili Mas, Pembuat Video Masih Diidentifikasi

Hamdan bahkan menyampaikan doa khusus bagi wali kota dan jajarannya. “Semoga Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Pasca-banjir yang melanda wilayah tersebut pada pertengahan Juli 2025, Pemerintah Kota Mataram memang bergerak cepat. Pembangunan jembatan sementara menjadi langkah awal agar mobilitas warga tidak terputus total.

Setelah itu, pemerintah melanjutkan pembangunan jembatan permanen dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman. Proyek ini dipercepat agar warga tidak berlama-lama hidup dalam keterbatasan akses.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, jembatan permanen Karang Kemong dirancang untuk mampu bertahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan aliran air saat musim hujan. “Alhamdulillah, jembatan sudah selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Dengan jembatan ini, aktivitas warga kembali normal dan tidak perlu lagi memutar jauh,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Mataram: ASN Kemenag Harus Kuasai AI untuk Jaga Nilai Keagamaan di Ruang Digital

Menurut Mohan, jembatan tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan Lingkungan Karang Kemong dengan Lingkungan Majeluk. Akses ini menjadi jalur utama menuju pemakaman umum yang digunakan bersama oleh warga dua lingkungan.

Selain itu, jembatan juga menjadi akses penting menuju fasilitas pendidikan yang berada di wilayah Majeluk. Anak-anak kini dapat kembali berangkat ke sekolah dengan jarak tempuh yang lebih dekat dan aman.

Mohan berharap, jembatan ini berfungsi sebagai sarana transportasi dan membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi warga sekitar. “Dengan akses yang lebih baik, kami berharap perputaran ekonomi warga bisa meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur pascabencana akan terus menjadi perhatian pemkot sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan publik dan keselamatan warga tetap terjaga. Kini, dengan berdirinya jembatan permanen Karang Kemong, warga kembali merasakan denyut kehidupan yang sempat terputus.

Baca Juga: Wali Kota Mataram: ASN Kemenag Harus Kuasai AI untuk Jaga Nilai Keagamaan di Ruang Digital

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning menjelaskan, putusnya Jembatan Karang Kemong pada 6 Juli 2025 lalu merupakan dampak langsung dari banjir besar dengan debit air Sungai Ancar yang melampaui kapasitas normal.

Menurut Lale, derasnya arus banjir saat itu menghantam struktur jembatan lama secara berulang hingga menggerus pondasi dan menyebabkan badan jembatan amblas. Kondisi tersebut membuat jembatan tidak lagi aman dilintasi dan harus ditutup total demi keselamatan warga.

“Arus membawa material kayu dan lumpur, sehingga tekanan ke struktur jembatan jauh melebihi kondisi normal,” jelas Lale.

Ia menegaskan, jembatan lama memang tidak dirancang untuk menahan beban hidrologis ekstrem seperti yang terjadi pada banjir Juli 2025. Karena itu, kerusakan tidak hanya terjadi pada lantai jembatan, tetapi juga pada struktur bawah dan abutmen penyangga.

Baca Juga: RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Resmi Hadirkan Layanan Kemoterapi, Pasien Kanker Tak Perlu ke Luar Daerah

Pasca-kejadian, kata Lale, pemkot segera melakukan penanganan darurat dengan membangun jembatan sementara. Langkah ini diambil agar akses warga Karang Kemong dan Majeluk tidak terputus total sambil menunggu proses pembangunan jembatan permanen.

“Jembatan sementara itu bersifat fungsional, agar aktivitas warga—terutama anak sekolah dan akses ke pemakaman—tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Untuk jembatan permanen yang kini telah rampung, Dinas PUPR melakukan sejumlah penyesuaian desain. Struktur jembatan diperkuat dengan konstruksi yang lebih kokoh, elevasi ditinggikan, serta sistem pondasi dirancang agar lebih tahan terhadap gerusan arus banjir.

“Jembatan yang baru ini kami rancang lebih aman dan adaptif terhadap potensi banjir ke depan,” kata Lale.

Baca Juga: SBY Dituding Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat NTB Dukung Tempuh Jalur Hukum

Ia menambahkan, pembangunan jembatan Karang Kemong menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pascabanjir. Beberapa jembatan lain yang terdampak banjir juga masuk dalam daftar prioritas penanganan.

Lale menilai, kejadian banjir 2025 menjadi pelajaran penting perubahan pola cuaca dan intensitas hujan harus direspons dengan penyesuaian standar teknis infrastruktur. “Kita tidak bisa lagi memakai pendekatan lama. Ke depan, pembangunan jembatan harus memperhitungkan skenario terburuk,” ujarnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #mobilitas #Infrastruktur #Karang Kemong #jembatan #Ekonomi #Banjir