LombokPost – Komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak main-main. Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram, Hermawan Riadi, mengonfirmasi telah memecat seorang ahli gizi yang kedapatan mengganti menu nasi.
Langkah drastis ini diambil setelah oknum tersebut mengabaikan teguran berulang kali terkait standar menu yang telah ditetapkan untuk mendukung kebijakan lima hari sekolah.
Pemecatan ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh tim SPPG agar tidak melakukan improvisasi menu yang berisiko menurunkan nilai kecukupan gizi siswa. Hermawan menegaskan bahwa setiap dapur SPPG telah dilengkapi dengan tenaga profesional, yakni satu ahli gizi dan satu chef bersertifikat BNSP.
"Keputusan kami tegas, ahli gizi tersebut sudah kami pecat. Jika mereka tidak paham bidangnya dalam menentukan menu, maka harus diganti. Hari itu juga langsung kami ganti ahli gizinya," ujar Hermawan.
Ia juga mengimbau pihak sekolah untuk segera melaporkan ke kepala SPPG atau Korwil jika menemukan kejadian serupa atau adanya penurunan kualitas makanan di lapangan.
Menyesuaikan dengan kebijakan lima hari sekolah (Senin-Jumat), sementara SPPG beroperasi enam hari seminggu, Hermawan menjelaskan adanya skema pengalihan distribusi jatah hari Sabtu.
* Sistem Double Porsi: Siswa yang menjalani lima hari sekolah akan menerima dua porsi makanan pada hari Jumat.
* Paket Makanan Kering: Jatah untuk hari Sabtu diberikan dalam bentuk paket makanan kering, bukan makanan basah, guna mencegah risiko makanan basi (expired).
* Bukan Sekadar Camilan: SPPG menekankan bahwa paket kering tersebut tetap mengacu pada standar gizi harian dan bukan berisi makanan ringan (snack) biasa.
Untuk menjaga kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), waktu distribusi makanan diatur secara ketat berdasarkan jenjang pendidikan:
* TK hingga Kelas 3 SD: Distribusi dilakukan pukul 08.00 – 09.00 WITA.
* Kelas 4 SD hingga SMA: Distribusi dilakukan pukul 11.00 – 11.30 WITA.
Selain penindakan internal terhadap personel, Dinas Kesehatan Kota Mataram juga memastikan aspek keamanan pangan tetap terjaga melalui kolaborasi dengan BPOM. Uji petik rutin akan dilakukan untuk memeriksa sampel makanan, kualitas air, hingga pengolahan limbah di lokasi SPPG.
Ketegasan ini diharapkan dapat memastikan bahwa anggaran sebesar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per porsi benar-benar tersalurkan dalam bentuk asupan gizi terbaik bagi generasi muda di Mataram.