Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Revitalisasi Cakranegara Butuh Anggaran Rp 215 Miliar

Sanchia Vaneka • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:57 WIB

  

Suasana kawasan cakra
Suasana kawasan cakra
 

LombokPost — Kawasan bisnis legendaris Cakranegara bersiap mengalami transformasi besar-besaran.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram telah merampungkan kajian komprehensif untuk menyulap kawasan tersebut menjadi pusat ekonomi modern yang tetap mengakar pada nilai historis dan budaya lokal. 

“Itu yang sudah kita kaji, karena melihat Cakra ini memang bisa jadi magnet,” kata Kepala Brida Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa. 

Nyoman mengatakan, revitalisasi kali ini tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan pasar semata.

Menurutnya, kegagalan penataan di masa lalu sering kali disebabkan oleh cara pandang sempit yang hanya melihat pasar sebagai tempat transaksi jual-beli.

"Bicara Pasar Cakra itu tidak hanya fisik bangunan, tapi kawasan. Ada kawasan penunjang yang harus kita tata. Kalau hanya memoles fisik pasar, kita akan mengulangi problem yang sama,” terangnya. 

 Baca Juga: Atap Bocor Parah, Pemkot Mataram Siapkan Rp 1 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Cakra

Dalam blue print yang disusun Brida, Cakranegara diproyeksikan menjadi Heritage Hub atau pusat destinasi wisata sejarah dan budaya.

Visi ini mengadopsi kesuksesan pasar-pasar ikonik di Bali yang mampu mengawinkan geliat ekonomi dengan daya tarik pariwisata.

 Potensi ini didukung kuat oleh keberadaan situs-situs bersejarah di sekitarnya, seperti Pura Meru, Taman Mayura, hingga konektivitasnya dengan kawasan Sayang-Sayang.

Guna menjaga orisinalitas nilai historisnya, Brida melibatkan lintas sektor dalam penyusunan kajian, mulai dari arsitek hingga tokoh budayawan.

“Cakra ini punya storytelling yang panjang dan nilai histori yang dalam. Itulah alasan kami melibatkan budayawan agar modernisasi yang dilakukan tidak mencerabut akar budaya yang ada,” imbuhnya. 

Revitalisasi total kawasan ini diprediksi menelan biaya yang cukup fantastis. Berdasarkan data yang dihimpun, total kebutuhan anggaran untuk mengubah wajah Cakranegara diestimasikan mencapai angka Rp 53 miliar hingga Rp 215 miliar.

Secara rinci, kebutuhan dana tersebut terbagi dalam tiga fase utama. Tahap persiapan meliputi pematangan kajian dan perencanaan teknis, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar.

Kemudian konstruksi dan revitalisasi fisik sebagai komponen utama, pengerjaan fisik bangunan pasar dan penataan kawasan penunjang diprediksi memakan biaya Rp 50 miliar hingga Rp 200 miliar.

Setelah itu, pasca revitalisasi untuk pemeliharaan, manajemen kawasan, dan pengembangan keberlanjutan, dialokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 10 miliar.

Nyoman memastikan, hasil kajian yang tuntas pada tahun lalu ini akan menjadi kompas bagi Pemerintah Kota Mataram dalam mengeksekusi kebijakan.

Dengan perencanaan yang matang, diharapkan Cakranegara tidak hanya menjadi pusat perputaran uang, tetapi juga ruang publik yang rapi dan nyaman bagi wisatawan.

Editor : Kimda Farida
#Cakranegara #BRIDA #Mataram