LombokPost - Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram bersiap menghadapi hari raya Idul Adha 2026 yang jatuh pada akhir Mei. Meski pelaksanaan kurban masih menyisakan waktu sekitar satu bulan, pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak diperketat.
“Tidak sembarangan dari luar pulau bisa masuk,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Lalu Johari, Rabu (22/4).
Ia mengatakan, setiap hewan ternak yang didatangkan dari luar Pulau Lombok wajib mengantongi surat rekomendasi resmi. Tanpa dokumen tersebut, ternak dilarang memasuki wilayah Mataram.
Mekanisme pengadaan hewan ternak ini dilakukan secara dua arah. Setelah Distan mengeluarkan rekomendasi pemasukan, daerah asal ternak kemudian menerbitkan surat pengeluaran hewan.
Johari menjelaskan, saat ini aktivitas pemasukan ternak masih didominasi kebutuhan rutin Rumah Potong Hewan (RPH). Di Mataram, operasional pemotongan terbagi di dua lokasi utama.
RPH Gubug Mamben, Sekarbela menangani sekitar 60 persen kuota pemotongan. Kemudian RPH Majeluk menangani 40 persen.
Menjelang Idul Adha, frekuensi pengajuan izin diprediksi meningkat tajam. Jika pada hari biasa jumlahnya landai, maka mendekati hari raya, permohonan bisa menembus ratusan dokumen per hari.
“Bisa sampai 200 rekomendasi yang kita keluarkan dalam sehari kalau sudah dekat lebaran. Sebagian besar permintaan datang untuk mendatangkan ternak dari Pulau Sumbawa,” ungkapnya.
Baca Juga: Kisah Papuk Raham di Bintaro: 15 Tahun Menahan Gatal yang Tak Pernah Pergi
Mengenai ketersediaan stok, pihak dinas menjamin kebutuhan warga akan terpenuhi. Meski belum merilis data riil perbandingan dengan tahun sebelumnya, Johari optimistis tren kebutuhan kurban di tahun 2026 ini akan tetap stabil.
Langkah antisipasi kesehatan juga sudah disiapkan. Distan menerjunkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (skrining) terhadap hewan-hewan yang dijajakan pedagang di pinggir jalan maupun di penampungan.
“Idul Adha jatuh pada tanggal 27 Mei. Insya Allah, sekitar dua minggu lagi tim mulai turun ke lapangan mengecek kondisi fisik dan kesehatan hewan kurban agar layak dikonsumsi masyarakat,”pungkasnya. (chi/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin