LombokPost – Kawasan eks Bandara Selaparang Rembiga terus bersolek. Setelah merelokasi pedagang dari trotoar ke dalam area bandara, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kini mengusulkan penyeragaman lapak Pedangan Kaki Lima (PKL) untuk mengejar aspek estetika dan kenyamanan kawasan.
“Usulan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi para pedagang yang menginginkan bentuk tenda dan gerobak yang lebih rapi serta seragam,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Irwan Harimansyah, Kamis (30/4).
Langkah ini dinilai penting agar pusat kuliner baru tersebut terlihat lebih cantik, aman, dan representatif. “Usulan itu sudah kami sampaikan langsung ke pihak Kokapura (Koperasi Karyawan Angkasa Pura) selaku pengelola. Mereka menerima dan segera menyiapkan konsep penataannya,” terangnya.
Sekitar 100 lebih PKL kini menempati area tersebut merupakan pedagang eks trotoar depan bandara. Melalui kerjasama pemkot dan Kokapura, para pedagang kini terpusat di satu lokasi agar kawasan pedestrian kembali berfungsi bagi pejalan kaki.
Meski pemkot terlibat aktif dalam proses sosialisasi relokasi sejak akhir Februari 2026, otoritas pengelolaan sepenuhnya berada di tangan manajemen Kokapura. Hal ini mencakup urusan retribusi dan biaya sewa.
Menurut informasi yang diterima Irwan, para pedagang dikenakan tarif sewa bervariasi antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan. Tergantung luas lapak dan jenis dagangan.
Baca Juga: Tiga OPD Di-push Sekda, Diminta Keluar dari Zona Nyaman!
Biaya tersebut dibayarkan langsung kepada pihak Kokapura, bukan ke kas daerah. Sebagai kompensasi atas biaya sewa tersebut, Kokapura bertanggung jawab menyediakan fasilitas penunjang bagi pedagang maupun pengunjung.
Fasilitas tersebut meliputi jaminan keamanan, kebersihan kawasan, instalasi listrik, serta sarana sanitasi berupa air bersih dan toilet. Irwan berharap, dengan penyeragaman lapak yang akan segera digodok, eks Bandara Selaparang bisa menjadi prototipe pusat PKL yang terorganisir.
“Kita ingin kawasan ini tidak hanya sekadar tempat berjualan, tapi menjadi destinasi yang nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. (chi/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin