Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usai Temui Menteri LH, Pemkot Mataram Ungkap Strategi Bereskan Sampah

Yuyun Kutari • Rabu, 8 Juli 2026 | 20:17 WIB
Suasana Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan Sampah, Pengendalian Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan Hidup yang digelar di Mataram, Selasa (7/7). (DISKOMINFOTIK NTB FOR LOMBOK POST).
Suasana Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan Sampah, Pengendalian Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan Hidup yang digelar di Mataram, Selasa (7/7). (DISKOMINFOTIK NTB FOR LOMBOK POST).

LombokPost-Upaya pengelolaan sampah berkelanjutan terus didorong, melalui perubahan pola perilaku masyarakat, terutama dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. 

Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting agar proses pengolahan, daur ulang, hingga pemanfaatan kembali sampah dapat berjalan lebih efektif.  

Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat, dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan Sampah, Pengendalian Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan Hidup yang digelar di Mataram, Selasa (7/7).  

Baca Juga: Dari NTB, KLH Gelorakan Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Menteri Jumhur menegaskan rumah tangga memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan pengelolaan sampah nasional.

"Perubahan sederhana yang dimulai dari rumah akan memberikan dampak besar terhadap upaya pengurangan sampah dan pengendalian dampak perubahan iklim,” jelasnya. 

Apabila masyarakat mulai melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, maka rantai pengelolaan sampah akan menjadi lebih mudah dilakukan, mulai dari pengangkutan hingga pengolahan di fasilitas pengelolaan sampah.  

Sejalan dengan arahan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mulai mendorong masyarakat, untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah.  

“Kami sudah mencoba dari beberapa bulan yang lalu, dari mulai Mataram tanggap darurat kemarin tentang sampah,” terang Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi. 

Baca Juga: Pemkot Bima Dukung Pengelolaan Sampah Terpadu dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan 

Ia pun sudah mengeluarkan surat keputusan Kepala Dinas LH Kota Mataram, agar masyarakat mulai memilah sampahnya.

Menurutnya, sistem pemilahan yang diterapkan saat ini menggunakan dua kategori utama, yakni sampah organik dan non-organik. 

Pola tersebut nantinya, bakal disesuaikan dengan sistem pengangkutan yang telah dirancang oleh DLH Kota Mataram. “Itu rencananya kami akan mengangkut dengan sistem pengangkutan yang kita atur,” jelasnya.  

Adapun pengangkutan sampah mulai dilakukan berdasarkan jenis sampah yang telah dipilah masyarakat. Sampah organik akan diangkut pada hari Senin, sementara sampah non-organik diangkut pada hari berikutnya sesuai jadwal yang telah disusun. “Gitu aja terus sampai seminggu ke depan,” kata dia. 

Ia melihat, sekarang masyarakat Kota Mataram mulai memilah. Kendati tidak memilah secara sempurna, tetapi sudah ada upaya-upaya untuk pemilahan. 

Baca Juga: Investor Tawarkan KPBU Pengelolaan Sampah di KLU

Diakuinya, , penerapan pemilahan sampah di masyarakat bukan semudah membalikkan telapak tangan, namun terus membutuhkan proses dan pembiasaan. 

Namun, menurut Nizar, adanya kesadaran awal dari warga menjadi modal penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik ke depan.  

DLH Kota Mataram, lanjutnya, terus mendorong kebiasaan tersebut agar masyarakat semakin siap ketika Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo mulai beroperasi.

“Kami harapkan masyarakat sudah terbiasa untuk memilah sampah-sampah terus,” ujarnya.  

Terkait kebutuhan sarana pengangkutan sampah, Nizar menyebut kapasitas yang dimiliki DLH Kota Mataram saat ini masih bisa mendukung, proses pengangkutan dari lingkungan menuju TPST. 

Baca Juga: Volume Sampah Tembus 5 Ton per Hari di Mandalika

Tetapi, bantuan tambahan tetap terbuka untuk memperkuat sistem yang ada. “Kami kalau dibantu, kita tidak akan menolak,” ujarnya.  

Ia menjelaskan, karakteristik pengangkutan sampah dari lingkungan menuju TPST membutuhkan kendaraan dengan ukuran dan kemampuan mobilitas yang sesuai kondisi lapangan. 

Menurutnya, kendaraan berukuran kecil akan lebih efektif digunakan. untuk menjangkau kawasan permukiman.  

“Jenis-jenis peralatan yang dibutuhkan pun juga memiliki tipologi yang spesifik, yang lebih kecil, yang lebih gampang mobilitasnya,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Kota Mataram #rumah tangga #sampah #TPST Kebun Talo #lingkungan