Dikatakan, belum lama ini pihaknya menemukan pikap yang membuang sampah di TPS Karang Taliwang pada malam hari. Warga tersebut berasal dari luar Kota Mataram yang diduga kerap membuang sampah di TPS tersebut.
“TPS yang berada di pinggiran kota rawan dimanfaatkan warga luar Kota Mataram untuk membuang sampah,” cetus mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram ini.
Menurutnya, ada dua TPS yang kerap dimanfaatkan orang dari luar Kota Mataram membuang sampah. Yakni TPS Karang Taliwang dan TPS Selagalas. “Kalau TPS yang berada di tengah kota seperti TPS Lawata tidak berani orang luar akan buang sampah ke sana,” kata Kemal.
Untuk mengantisipasi orang luar Kota Mataram membuang sampah di TPS di pinggiran kota, Kemal akan meminta satgas piket mengawasi sembilan TPS di Kota Mataram. Dia cukup heran dengan volume sampah di TPS Karang Taliwang cukup banyak. Padahal jika melihat jumlah penduduk di tiga kelurahan di TPS tersebut yang membuang sampah tidak sampai voluemenya seperti itu. Jadi dia menduga ada warga dari luar Kota Mataram kerap memanfaatkan TPS tersebut untuk membuang sampah.
“Kita akan menyelesaikan masalah sampah di TPS dulu,” cetusnya.
Kemal akan memberikan Id Card kepada operator sampah roda tiga yang ada di lingkungan. Dalam Id Card tersebut bisa ketahuan para operator membuang sampah di TPS mana. Pada prinsipnya, ada 325 operator sampah resmi di Kota Mataram jika melihat dari jumlah roda tiga yang dibagikan pada 2017 lalu. Namun kini terjadi penambahan operator sampah dari sumber lain. Seperti dari pokir dewan yang menyalurkan bantuan roda tiga pengangkut sampah dan bantuan lainnya.
“Kami nanti akan memanggil kepala lingkungan memastikan berapa jumlah operator sampah di masing-masing lingkungan,” tuturnya.
Kemal akan meminta operator suntuk membuang sampah sesuai dengan jam ditentukan mulai dari pukul 18.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita.
“Mau tidak mau jam pembuangan sampah di TPS harus ditaati operator,” ujar dia.
Lurang Karang Baru Bilyadi Idul Islam mengatakan, untuk pembuangan sampah di Kelurahan karang Baru menggunakan TPS Mobile. Pada pagi, bahkan sore hari mobil dari DLH akan stanby menunggu operator di lingkungan untuk membuang sampah langsung ke damtruk. “Warga juga bisa langsung membuang sampah di TPB Mobile,” saran dia.
Kini, dengan TPS Mobile tidak ada lagi sampah yang berserakan. Beda sebelum TPS Karang Baru ditutup volume sampah cukup banyak, bahkan sampai berserakan di jalan. Dia menduga banyak orang luar yang membuang sampah di TPS tersebut. “Kalau sekarang jelas TPS mobile hanya bisa dimanfaatkan warga Kelurahan Karang Baru dan sekitarnya,” tukasnya. (jay/r3)
Editor : Administrator