ALI ROJAI, Mataram
USIA boleh saja belia. Namun soal mental dan tidak pernah takut siapapun yang akan menjadi lawannya bertarung menjadi kunci Baiq Yasmin Athirah, siswi MTsN 1 Mataram mengikuti setiap kejuaraan taekwondo. Siswi jangkung ini dikenal memiliki nyali gede. Tak jarang siapapun yang jadi lawannya akan dilayani siswi yang masih duduk dibangku kelas tujuh ini. Bahkan, alumni SD Integral Kota Mataram digadang-gadang akan menjadi atlet taekwondo masa depan.
Yasmin, begitu ia disapa. Dia baru saja pulang dari Bali mengikuti kejuaraan taekwondo piala rektor UNHI Denpasar pada 27 sampai 29 Mei lalu. Dalam pertandingan kelas tarung yang dipusatkan di Aula Taman Asoka UNH Denpasar dia berhasil meraih medali perak. “Kalah poin di pertandingan terakhir,” ujar siswi 13 tahun ini.
Apa yang diraih pada kejuaraan nasional tidak lepas dari latihan yang dilakukan tiap hari. Menggeluti ilmu bela diri taekwondo dilakukan sekitar satu tahun. Sejak masuk MTsN 1 Mataram dia mengikuti ekstrakurikuler taekwondo. Tak hanya itu, ditempat tinggalnya dia ikut latihan taekwondo yang didukung orang tuanya. “Di rumah (Gerung, Lombok Barat) kita latihan taekwodo tiga kali dalam seminggu,” ujar anak bungsu ini.
Sekilas, jika dilihat dari postur tubuh, Yasmin layaknya anak SMA karena badannya cukup tinggi. Dia menggeluti olahraga satu ini karena hobi. Disamping itu, orang tuanya juga sangat mendukung hobi yang digelutinya dalam ilmu bela diri satu ini. Jam terbang bertarung Yasmin tidak terlalu tinggi. Apalagi saat merebaknya pandemi Covid-19 dia tidak pernah mengikuti kejuaraan. “Sekitar tiga bulan lalu baru bisa ikut kejuaraan di Lombok Tengah,” ucap siswa kelahiran 2009 ini.
Meraih medali pada kejuaraan nasional di Bali tidak lepas dari persiapan dilakukan. Latihan yang biasa dilakukan tiga kali dama sepekan diintensifkan menjadi tiap hari. Bahkan waktu itu orang tua, pihak sekolah, dan pelatih sangat mendukung kejuaraan yang diikutinya.
Berlatih terus dilakukan anak pasangan Lalu Kukuh Atmadi-Dwi Ismayanti untuk meraih hasil terbaik dalam setiap kejuaraan taekwondo. Karena menurutnya, mental dan keberanian saja tidak akan cukup mengantarkannya untuk menjadi jawara. Namun juga harus giat latihan agar bisa memenangkan setiap pertandingan tarung pada kejuaraan taekwondo.
Pelatih Taekwondo Baiq Distin Wathoni menuturkan, anak didiknya yang satu ini memiliki potensi besar untuk menjadi atlet yang mengharumkan nama daerah. Di usianya yang masih belia, Yasmin memiliki keberanian dan percaya diri untuk bertarung.
Sementara untuk kemampuan dalam ilmu bela diri taekwondo menurut Distin, tinggal diasah dengan terus melakukan latihan. “Kemauan Yasmin untuk latihan juga besar. Orang tuanya juga sangat mendukung,” terang perempuan berjilbab ini.
Dia menuturkan, meski baru menggeluti dunia taekwondo, Yasmin sudah memiliki bakat dalam ilmu bela diri satu ini. Jadi kata dia, bakat yang dimilikinya tinggal dipoles dengan terus melakulan latihan. Selain itu harus banyak ikut kejuaraan, baik tingkat lokal maupun nasional. “Yasmin termasuk anak didik saya yang memiliki potensi besar untuk menjadi atlet taekwondo yang akan mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (*/r3)
Editor : Administrator