Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Shefu Art Box, Tempat Para Seniman Menyalurkan Bakatnya (2-Habis)

nur cahaya • Sabtu, 23 November 2024 | 11:35 WIB

 

DISKUSI: Pendiri Shefu Art Box Budi bersama istri Dayu Apriawati duduk bersama di sekretariat Shefu, Jalan Gili Asahan, Udayana, Mataram, Kamis (21/11). HARLI/LOMBOK POST
DISKUSI: Pendiri Shefu Art Box Budi bersama istri Dayu Apriawati duduk bersama di sekretariat Shefu, Jalan Gili Asahan, Udayana, Mataram, Kamis (21/11). HARLI/LOMBOK POST

LombokPost-Seni merupakan hasil karya yang bermutu. Bisa menjadi nilai yang berharga. Itulah yang ingin dikembangkan Shefu Art Box.

Karya para seniman itu bisa dihargai dan mendapatkan income dari karya seninya.

---------------------

Lukisan banyak terpajang di sejumlah titik dinding. Mulai dari berbentuk abstrak, hingga gambar seseorang yang mencerminkan budaya sasak.

Ditambah dengan interior ruangan yang memanjakan mata. Semakin menambah keindahan lukisan itu.

Lokasi itu merupakan tempat para seniman berkumpul. Namanya, Shefu Art Box. Beralamat di Jalan Gili Asahan, Udayana, Mataram.

”Lukisan itu adalah hasil karya seni para seniman kita di sini,” kata pendiri Shefu Art Box Budi.

Potensi yang dimiliki anak-anak muda di Lombok tidak kalah dengan daerah lain. Tetapi, cara mereka memasarkan hasil karyanya yang agak sulit.

“Di sinilah kita bantu mereka memperkenalkan hasil karyanya,” ujarnya.

Tidak hanya dalam seni lukis. Banyak seni-seni lain yang hidup di tengah masyarakat. Termasuk karya tulis dan sebagainya. ”Kita ingin menghidupkan karya seni ini, agar para seniman kita bisa hidup lagi,” kata dia.

Baca Juga: Fenomena Anak-anak di Kota Mataram Bermain Judol karena Tiru Orang Tua

Untuk membantu para seniman, Shefu Art Box mengadakan pameran. Menampilkan hasil karya seni lukis dan tulis.

“Kalau seni lukis kita pamerkan ke masyarakat. Kalau tulis kita berikan ruang bagi mereka mengadakan bedah buku atas tulisannya,” beber Budi.

Dengan begitu, masyarakat luas bisa mengetahui hasil karya mereka. Bahkan, Budi dan istri Dayu Apriawati membuat studio foto khusus.

”Memfoto hasil karya seni itu kita perkenalkan juga melalui media sosial,” kata dia.

Melalui cara itu, karya mereka dapat dilihat masyarakat luas. Terutama para kolektor lukisan atau sponsor tulisan lainnya.

”Karya mereka bisa dihargai. Tidak menutup kemungkinan dibayar,” jelasnya.

Dari situ mereka bisa mendapatkan income. Sehingga, mereka bisa lebih bersemangat lagi berkarya.

”Di sini kita hanya membantu para seniman, supaya nilai seni itu tetap hidup,” harapnya.

Di dunia pariwisata seni dan budaya menjadi nilai yang bisa dijual. Dengan begitu pariwisata bisa hidup.

”Tiga pilar pengembangan pariwisata yang harus tetap dipegang. Yaitu, culture, nature, and people,” jelasnya.

Wisatawan itu bisa datang ke Mataram karena melihat tiga pilar itu. Melihat alam di Lombok tidak jauh dengan daerah lain. ”Culture ini apa yang ingin kita tunjukkan ke mereka,” kata dia.

Tanpa tiga pilar itu tidak diperkuat, menarik wisatawan itu hanyalah mimpi.

Pengembangan wisata bakal memberikan dampak besar bagi pemerintah.

“Tetapi, seharusnya pemerintah mendukung langkah dan upaya para seniman ini,” ujarnya.

Selama ini, pemerintah seperti tutup mata. Salah satu Shefu Art Box ini dibuat juga karena ingin menunjukkan ke mereka, kalau seniman di NTB ini bisa hidup. ”Kami bentuk perkumpulan ini sebagai bentuk protes kami terhadap pemerintah,” tandasnya. (Suharli/r3)

 

 

Editor : Kimda Farida
#wisatawan #karya seni #seniman #box #Mataram #studio